Apakah Anda pernah melihat gambar seseorang yang terlihat kurus, tajam, dan tidak nyaman? Tubuhnya terpelintir. Jari-jarinya panjang dan tulang. Matanya menatap Anda. Anda tidak bisa berpaling. Itu adalah gambar Egon Schiele. Cerita Selebriti ini: Egon Schiele akan memperkenalkan Anda kepada seorang seniman yang melukis emosi mentah. Dia tidak membuat orang terlihat cantik. Dia membuat mereka terlihat nyata. Dia melukis kesepian mereka, rasa sakit mereka, dan keinginan mereka. Dia hanya hidup selama 28 tahun. Dia meninggal dalam pandemi flu Spanyol. Dalam waktu yang singkat itu, dia menciptakan ribuan gambar dan lukisan. Karyanya intens. Tidak selalu nyaman untuk dilihat. Tapi itu kuat.
Mari kita temui sang maestro garis. Egon Schiele menggambar dengan garis yang gugup dan bergerigi. Figur-figuranya tampak bergetar.
Siapa Selebriti Ini?
Egon Schiele adalah seorang pelukis Austria. Dia hidup dari 1890 hingga 1918. Dia adalah murid Gustav Klimt. Klimt melihat bakatnya dan membimbingnya. Namun Schiele dengan cepat mengembangkan gayanya sendiri. Gayanya lebih keras, lebih tajam, dan lebih menantang daripada Klimt.
Mengapa dia terkenal? Dia menggambar dan melukis tubuh manusia dengan kejujuran yang brutal. Dia tidak menyembunyikan cacat. Dia melebih-lebihkan mereka. Figur-figuranya kurus, tulang, dan sering kali terpelintir. Mereka terlihat cemas. Mereka terlihat seksual. Mereka terlihat sedih. Dia juga melukis banyak potret diri. Dia melihat dirinya dengan mata yang sama kerasnya. Dia tidak tampan. Dia menggambar dirinya sebagai sosok yang terpelintir dan aneh. Dia menjadi terkenal setelah kematiannya. Saat ini, karyanya ada di setiap museum besar. Dia dianggap sebagai salah satu pelukis terbaik abad ke-20.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Egon Schiele lahir di Tulln, Austria. Itu adalah kota kecil di tepi Sungai Danube. Ayahnya bekerja untuk kereta api Austria. Dia adalah kepala stasiun. Ibunya berasal dari Bohemia.
Dia adalah anak yang aneh. Dia terobsesi dengan kereta. Dia terus menggambar kereta. Dia juga terobsesi dengan menggambar. Dia menggambar di setiap lembar kertas yang bisa dia temukan.
Ayahnya sangat ketat. Dia ingin Egon memiliki karir yang praktis. Dia tidak mengerti seni. Ketika Egon berusia 14 tahun, ayahnya mulai menderita penyakit mental. Dia menderita sifilis. Penyakit itu membuatnya gila. Dia meninggal ketika Egon berusia 15 tahun.
Egon sangat terpukul. Kematian ayahnya menghantuinya sepanjang hidupnya. Banyak lukisannya tentang kematian dan kehilangan.
Setelah kematian ayahnya, paman Egon menjadi wali. Paman itu ingin Egon menjadi pegawai kereta api seperti ayahnya. Tapi Egon ingin menjadi seniman. Dia keras kepala. Dia pergi ke sekolah seni.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Egon Schiele belajar di Akademi Seni Rupa di Wina. Dia baru berusia 16 tahun. Dia adalah siswa termuda di kelasnya.
Dia adalah seorang jenius. Dia bisa menggambar dengan indah. Para gurunya tradisional. Mereka ingin dia melukis adegan sejarah dan mitologi yang realistis. Dia merasa bosan.
Dia menemukan Gustav Klimt. Klimt adalah seniman paling terkenal di Wina. Schiele mengagumi karyanya. Dia pergi menemui Klimt. Klimt melihat gambar-gambarnya. Dia terkesan. Dia menjadi mentor Schiele. Dia membeli gambar-gambar Schiele. Dia memperkenalkannya kepada seniman lain.
Schiele mulai mengembangkan gayanya sendiri. Dia menolak keindahan Klimt. Dia menginginkan sesuatu yang lebih mentah. Dia menggambar tubuh manusia tanpa idealisasi. Dia menggambar dirinya telanjang. Dia menggambar saudarinya telanjang. Dia menggambar model muda telanjang. Ini sangat skandal.
Dia meninggalkan Akademi pada tahun 1909. Dia memulai kelompok senimannya sendiri. Dia berusia 19 tahun. Dia percaya diri dan angkuh.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Egon Schiele menjadi sukses dengan cepat. Dia berada di awal 20-an. Dia mengadakan pameran di Wina dan kota-kota lain. Karyanya mengejutkan. Orang-orang merasa tersinggung. Tapi mereka juga memperhatikan.
Pada tahun 1911, dia pindah ke sebuah kota kecil. Dia melukis seorang wanita muda bernama Wally Neuzil. Dia adalah model dan kekasihnya. Penduduk kota merasa skandal. Mereka menuduhnya merusak anak muda. Dia ditangkap dan dipenjara selama 24 hari. Hakim bahkan membakar salah satu gambarnya di depan matanya. Schiele mengalami trauma.
Tapi skandal itu membuatnya lebih terkenal. Dia pindah kembali ke Wina. Dia terus melukis. Dia menikahi seorang wanita bernama Edith Harms. Dia berasal dari keluarga terhormat. Keluarganya tidak menyetujui Schiele. Mereka tetap menikah.
Pada tahun 1915, Perang Dunia I meletus. Schiele dipanggil masuk militer. Dia bukan tentara yang baik. Dia terlalu kurus. Dia terlalu terobsesi dengan seni. Dia ditugaskan untuk menjaga tahanan Rusia. Dia terus menggambar. Dia menggambar rekan-rekan tentara. Dia menggambar para tahanan. Dia menggambar dirinya sendiri.
Kariernya terputus oleh perang. Tapi dia tidak pernah berhenti bekerja.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Egon Schiele adalah bahwa seni harus jujur, bukan indah. Dia menolak keindahan Klimt. Dia ingin menunjukkan tubuh manusia apa adanya: canggung, tulang, dan rentan.
Prestasi terbesarnya adalah kumpulan potret dirinya. Dia menggambar dirinya ratusan kali. Dia menunjukkan dirinya telanjang. Dia menunjukkan dirinya meringis. Dia menunjukkan dirinya membuat gerakan aneh. Dia tidak takut terlihat bodoh atau jelek. Potret diri itu adalah beberapa gambar paling jujur yang pernah dibuat.
Prestasi besar lainnya adalah gambarnya. Dia adalah seorang maestro garis. Garis-garisnya tipis, bergerigi, dan gugup. Mereka berputar dan berbelok. Mereka tampak memiliki kehidupan sendiri. Dia mempengaruhi generasi pelukis.
Dia juga melukis pemandangan. Pemandangannya memiliki energi bergerigi yang sama dengan figur-figuranya. Pohon-pohon terpelintir. Bukit-bukit tajam. Bahkan alam tampak cemas di tangannya.
Dia meninggal muda. Tapi dia menghasilkan lebih dari 3.000 karya di atas kertas. Itu adalah hasil yang sangat besar untuk karir yang begitu singkat.
Tantangan dan Masa Sulit
Egon Schiele menghadapi tantangan yang mengerikan. Pertama, ayahnya meninggal ketika dia berusia 15 tahun. Dia trauma oleh kegilaan dan kematian ayahnya.
Kedua, dia dihantui oleh ketakutan akan kematian. Banyak lukisannya menunjukkan kematian yang mengintai kehidupan. Dia menggambar dirinya berbaring di samping tengkorak.
Ketiga, dia ditangkap dan dipenjara karena seninya. Gambarnya dibakar. Dia merasa terhina.
Keempat, Perang Dunia I adalah mimpi buruk. Dia adalah seorang tentara. Dia melihat kematian dan penderitaan. Dia terus menggambar. Gambar-gambar perangnya sangat menghantui.
Kelima, pandemi flu Spanyol melanda pada tahun 1918. Schiele dan istrinya Edith terinfeksi. Edith meninggal terlebih dahulu. Dia hamil enam bulan. Schiele sangat terpukul. Dia meninggal tiga hari kemudian. Dia berusia 28 tahun. Dia menggambar wajah Edith di tempat tidurnya yang sekarat. Gambar itu adalah salah satu karyanya yang paling menyentuh hati.
Fakta Menarik tentang Selebriti
Egon Schiele menyimpan jurnal. Dia menulis pemikirannya tentang seni dan kehidupan. Jurnal itu penuh dengan pernyataan yang intens dan dramatis.
Fakta menarik lainnya: Dia terobsesi dengan tangannya sendiri. Dia menggambar tangannya berulang kali. Tangannya terlihat panjang, tipis, dan hampir seperti tulang.
Dia mencintai anak-anak. Dia menggambar keponakan-keponakannya. Dia lembut dengan mereka.
Dia tidak tampan. Dia tinggi, kurus, dan canggung. Dia menggunakan ketidakindahannya sendiri dalam seni.
Satu fakta lagi: Karyanya dilarang oleh Nazi. Mereka menyebutnya "degenrate." Setelah kematiannya, reputasinya tumbuh perlahan. Sekarang dia adalah raksasa.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Egon Schiele penting karena dia menunjukkan bahwa seni bisa sangat jujur. Dia tidak memuji. Dia tidak menghias. Dia mengatakan kebenaran tentang tubuh dan tentang kematian.
Dia juga penting karena gambarnya. Garisnya adalah salah satu yang paling khas dalam sejarah seni. Mahasiswa seni masih mempelajari tekniknya.
Pengaruhnya terlihat dalam seni kontemporer. Seniman yang menggambar tubuh dengan cara yang mentah dan tidak ideal mengikuti jejak Schiele.
Orang tua harus berhati-hati dengan Schiele. Seninya sangat intens. Ini berhubungan dengan seksualitas dan kematian. Ini paling baik untuk anak-anak yang lebih besar.
Tapi kisahnya mengajarkan anak-anak tentang kejujuran. Tentang tidak menyembunyikan siapa diri Anda. Tentang menghadapi perasaan yang sulit.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak bisa belajar pelajaran berharga dari Egon Schiele. Pertama, jadilah jujur. Schiele tidak berpura-pura bahagia atau cantik. Dia menggambar apa yang dia rasakan. Seni Anda juga bisa jujur. Gambarlah kesedihan Anda. Gambarlah ketakutan Anda. Seni bisa membantu Anda memahami perasaan Anda.
Kedua, jangan takut pada kegelapan. Schiele menghadapi kematian dan kehilangan. Dia melukisnya. Dia tidak berpaling. Hal-hal buruk terjadi. Seni bisa membantu kita memprosesnya.
Ketiga, bekerja keras. Schiele menghasilkan ribuan gambar. Dia bekerja setiap hari. Dia tidak pernah berhenti. Bakat saja tidak cukup. Anda membutuhkan disiplin.
Akhirnya, hidup yang singkat bisa menjadi hidup yang penuh. Schiele hanya hidup 28 tahun. Tapi dia meninggalkan banyak karya. Dia tidak menyia-nyiakan waktu.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Cerita Selebriti ini: Egon Schiele. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Siapa mentor terkenal Schiele?
Penyakit apa yang membunuh Schiele?
Apa yang terjadi pada beberapa gambar Schiele di pengadilan?
Berapa umur Schiele ketika dia meninggal?
Apa yang Schiele gambar di tempat tidur kematian istrinya?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan untuk anak-anak yang lebih besar. Cari potret diri Egon Schiele secara online bersama orang tua Anda. Perhatikan garisnya. Mereka tipis dan bergerigi. Kemudian gambar potret diri Anda sendiri. Jangan mencoba membuatnya cantik. Gambarlah wajah Anda yang sebenarnya. Gambarlah perasaan Anda yang sebenarnya.
Aktivitas lainnya. Latihlah menggambar tangan. Schiele menggambar tangan secara obsesif. Lihatlah tangan Anda sendiri. Gambarlah. Gambarlah lagi. Perhatikan tulangnya. Perhatikan garisnya. Tangan sulit untuk digambar. Teruslah berlatih.
Egon Schiele menjalani hidup yang singkat dan intens. Dia berusia 28 tahun. Dia menggambar dirinya ratusan kali. Dia menggambar tubuhnya yang kurus. Dia menggambar wajahnya yang aneh. Dia menggambar istrinya yang sekarat. Dia menggambar kematiannya sendiri. Dia tidak mundur. Dia mengatakan kebenaran. Kebenarannya tidak nyaman. Tapi itu nyata. Karyanya dipajang di museum. Mahasiswa seni mempelajari garis-garisnya. Dia adalah pahlawan bagi mereka yang percaya bahwa seni tidak boleh berbohong. Kisahnya mengajarkan kita untuk jujur. Untuk menghadapi ketakutan kita. Untuk menggambar rasa sakit kita. Itulah pelajaran nyata dari cerita selebriti ini. Catatan: Untuk anak-anak yang lebih muda, orang tua harus meninjau karya Schiele. Beberapa di antaranya sangat intens. Pilihlah pemandangan dan potret berpakaian terlebih dahulu.

