Siapa Selebriti Ini?
Malcolm X adalah seorang menteri dan pemimpin hak sipil. Ia berbicara dengan kuat tentang kebanggaan kulit hitam dan pembelaan diri. Ia mengubah hidupnya sepenuhnya setelah masuk penjara.
Kisah selebriti ini mengikuti seorang pria yang mengubah dirinya sendiri. Malcolm X mulai sebagai seorang anak yang bermimpi menjadi pengacara. Ia menjadi seorang kriminal. Kemudian ia menjadi seorang pemimpin.
Anak-anak yang merasa tersesat atau tidak yakin akan menemukan kisahnya menginspirasi. Malcolm menunjukkan bahwa orang bisa berubah. Masa lalu Anda tidak menentukan masa depan Anda.
Ia membantu jutaan orang kulit hitam Amerika merasa bangga dengan kulit dan sejarah mereka. Pidatonya masih bergema hingga hari ini. Otobiografinya adalah sebuah klasik.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Malcolm X lahir pada tahun 1925. Ia lahir di Omaha, Nebraska. Namanya adalah Malcolm Little saat lahir.
Ayahnya adalah seorang pengkhotbah yang mengikuti Marcus Garvey. Garvey mengajarkan orang kulit hitam untuk bangga pada diri mereka sendiri. Rasis putih sering mengancam ayah Malcolm.
Ketika Malcolm berusia empat tahun, sekelompok orang menyerang keluarganya. Mereka membakar rumah keluarganya. Polisi tidak melakukan apa-apa.
Ketika Malcolm berusia enam tahun, ayahnya meninggal. Pria-pria kulit putih kemungkinan membunuhnya. Polisi menyebutnya kecelakaan. Ibu Malcolm tidak pernah pulih.
Keluarga kehilangan uang mereka. Ibu Malcolm mengalami gangguan mental. Negara menempatkannya di rumah sakit. Anak-anak pergi ke panti asuhan yang berbeda.
Malcolm adalah siswa paling cerdas di kelasnya. Ia ingin menjadi pengacara. Gurunya memberitahunya bahwa itu bukan tujuan yang realistis untuk seorang anak kulit hitam.
Ia keluar dari sekolah. Ia pindah ke Boston dan kemudian ke New York. Ia terlibat dalam kejahatan. Ia mencuri, menjual narkoba, dan berbohong.
Pada usia 20 tahun, Malcolm masuk penjara. Ia akan menghabiskan tujuh tahun berikutnya di balik jeruji besi.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Malcolm X menemukan pendidikan di penjara. Ia bertemu seorang pria bernama Bimbi yang bisa berargumen dan membujuk siapa pun. Malcolm menginginkan keterampilan itu.
Ia mulai membaca setiap buku di perpustakaan penjara. Ia membaca sejarah, filsafat, dan sains. Ia membaca selama 14 jam beberapa hari.
Ia mengajarkan dirinya kosakata baru. Ia menyalin seluruh kamus dengan tangan. Ia mempelajari setiap kata dan artinya.
Saudara Malcolm, Reginald, mengunjunginya. Reginald memberitahunya tentang Nation of Islam. Kelompok ini mengajarkan bahwa orang kulit hitam adalah manusia asli. Mereka mengajarkan bahwa orang kulit putih adalah setan.
Malcolm mulai mempelajari ajaran Nation of Islam. Ia menulis surat kepada pemimpin, Elijah Muhammad. Ia berdoa dan mengubah hidupnya.
Ia berhenti makan daging babi. Ia berhenti merokok. Ia berhenti menggunakan narkoba. Ia menjadi disiplin dan fokus.
Ketika Malcolm keluar dari penjara pada tahun 1952, ia adalah orang yang berbeda. Ia mengubah nama belakangnya dari Little menjadi X. X melambangkan nama Afrika yang hilang.
Ia telah menghabiskan tujuh tahun di dalam. Namun pikirannya tidak pernah lebih bebas.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Malcolm X menjadi sukses melalui pendidikan mandiri dan berbicara dengan berani. Elijah Muhammad melihat bakatnya dan menjadikannya menteri.
Malcolm memulai sebuah kuil di Boston. Kemudian ia memulai satu di Philadelphia. Lalu ia pergi ke Harlem, New York. Ini menjadi basis rumahnya.
Ia berbicara di sudut-sudut jalan. Orang-orang berkumpul untuk mendengarnya. Ia tidak berbisik. Ia meneriakkan kebenaran seperti yang ia lihat.
Malcolm memberi tahu orang kulit hitam untuk membela diri. Ia berkata mereka tidak boleh menunggu orang kulit putih memberi mereka hak. Mereka harus mengambil hak mereka.
Media menyebutnya berbahaya. Beberapa orang takut padanya. Namun pesannya menyebar. Keanggotaan di Nation of Islam tumbuh dari 500 menjadi 30.000.
Malcolm menjadi juru bicara nasional untuk Nation of Islam. Ia berdebat dengan sarjana kulit putih di televisi. Ia selalu menang dalam debat.
Ia juga melakukan perjalanan ke Afrika dan Timur Tengah. Ia bertemu dengan presiden dan raja. Ia melihat orang-orang dari semua warna hidup bersama dengan damai.
Pada tahun 1964, Malcolm meninggalkan Nation of Islam. Ia telah belajar bahwa tidak semua orang kulit putih itu jahat. Ia telah melihat Muslim sejati dari semua ras berdoa bersama.
Ia memulai organisasinya sendiri. Ia menyebutnya Organisasi Persatuan Afro-Amerika. Ia ingin orang kulit hitam bekerja sama di seluruh keyakinan.
Ide-Ide Besar dan Prestasi
Malcolm X mencapai banyak hal yang mengubah Amerika. Ide terbesarnya sangat sederhana. Orang kulit hitam harus bangga dengan siapa mereka. Mereka tidak boleh mencoba untuk terlihat atau bertindak seperti orang kulit putih.
Ia mempopulerkan frasa "Kulit Hitam itu Indah." Sebelum Malcolm, banyak orang kulit hitam merasa malu dengan kulit mereka. Ia memberi tahu mereka untuk mencintai diri mereka sendiri.
Ia juga mengajarkan pembelaan diri. Malcolm berkata orang kulit hitam memiliki hak untuk melindungi rumah dan keluarga mereka. Ide ini mengubah cara banyak orang berpikir tentang perlawanan.
Otobiografinya, yang ditulis bersama Alex Haley, menjadi klasik. Buku ini telah terjual jutaan eksemplar. Orang-orang masih membacanya untuk memahami perjuangan kebebasan kulit hitam.
Malcolm membantu menginternasionalisasi gerakan hak sipil. Ia menghubungkan orang kulit hitam Amerika dengan Afrika dan Timur Tengah. Ia menunjukkan bahwa rasisme adalah masalah global.
Ia juga menginspirasi gerakan-gerakan selanjutnya. Gerakan Black Power pada akhir 1960-an tumbuh dari ide-ide Malcolm. Bahkan artis hip-hop mengutipnya dalam lagu-lagu mereka.
Sebelum kematiannya, Malcolm mulai mengubah pandangannya. Ia berkata ia tidak lagi percaya bahwa semua orang kulit putih itu jahat. Ia ingin bekerja dengan siapa pun yang menginginkan keadilan.
Perubahan ini menunjukkan kejujurannya. Ia tidak takut untuk mengakui bahwa ia salah. Ia terus tumbuh hingga hari terakhirnya.
Tantangan dan Masa Sulit
Malcolm X menghadapi banyak tantangan. Ayahnya meninggal secara kekerasan. Ibunya masuk rumah sakit jiwa. Ia menghabiskan bertahun-tahun di panti asuhan.
Ia menjadi seorang kriminal dan masuk penjara. Banyak orang tidak pernah bisa keluar dari kehidupan itu. Malcolm mengubah dirinya di balik jeruji besi.
Setelah keluar dari penjara, ancaman kematian mengikutinya setiap hari. Nation of Islam berbalik melawannya. Anggota mengancam akan membunuhnya.
Pada 14 Februari 1965, seseorang melemparkan bom api ke rumahnya. Malcolm, istrinya, dan empat putrinya selamat tanpa cedera. Keluarga itu tidur di hotel malam itu.
Pada 21 Februari 1965, Malcolm berbicara di sebuah ballroom di New York. Ia baru saja memulai pidatonya ketika pria-pria menyerbu panggung.
Mereka menembaknya berkali-kali. Malcolm X meninggal pada usia 39 tahun. Ia baru berusia 39 tahun.
Tiga pria dari Nation of Islam dipenjara karena pembunuhan itu. Banyak yang percaya bahwa orang lain juga terlibat.
Istri Malcolm, Betty Shabazz, membesarkan enam putri mereka sendirian. Ia tidak pernah menikah lagi. Ia menjaga warisannya tetap hidup hingga kematiannya sendiri pada tahun 1997.
Fakta Menarik Tentang Selebriti
Malcolm X memiliki banyak fakta menarik yang disukai anak-anak. Ia adalah penari terbaik di penjaranya. Ia memenangkan banyak kontes tari di balik jeruji besi.
Ia suka makan sayuran collard dan roti jagung. Ini adalah makanan favoritnya dari masa kecil.
Malcolm memiliki rambut merah. Teman-temannya memanggilnya "Merah" ketika ia masih muda. Julukan itu melekat selama bertahun-tahun.
Ia memiliki tinggi 6 kaki 3 inci. Tingginya membuatnya menonjol di kerumunan mana pun.
Malcolm menulis surat kepada keluarganya hampir setiap hari. Ia adalah saudara dan paman yang sangat berdedikasi.
Ia bisa membaca sebuah buku dalam satu malam. Ia membaca begitu cepat sehingga pustakawan tidak percaya padanya pada awalnya.
Putri tertua Malcolm, Attallah, dinamai setelah seorang ratu kuno. Ia memberi semua putrinya nama-nama Afrika.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Malcolm X tetap sangat penting hingga hari ini. Otobiografinya adalah bacaan wajib di banyak sekolah. Anak-anak muda belajar kisahnya setiap tahun.
Ia mengajarkan orang kulit hitam untuk mencintai diri mereka sendiri. Pesan itu masih bergema. Gerakan Black Lives Matter menggema kata-katanya.
Malcolm menunjukkan bahwa orang bisa berubah. Ia pergi dari kriminal menjadi menteri hingga pemimpin dunia. Transformasinya memberi harapan kepada semua orang.
Ia juga mengajarkan bahwa pendidikan adalah kebebasan. Malcolm mendidik dirinya sendiri di penjara. Ia membuktikan bahwa tidak ada tembok yang bisa menahan pikiran yang ingin tahu.
Pidatonya ada di YouTube. Jutaan tayangan menjaga suaranya tetap hidup. Generasi baru menemukannya setiap hari.
Kota-kota telah menamai jalan-jalan setelah Malcolm X. Sekolah-sekolah dan pusat komunitas membawa namanya. Gambarnya muncul di poster dan mural.
Malcolm juga mengajarkan kita bahwa pertumbuhan tidak pernah berhenti. Ia mengubah pandangannya sebelum ia meninggal. Ia mengakui kesalahannya. Itu adalah keberanian sejati.
Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak bisa belajar banyak pelajaran dari Malcolm X. Pelajaran pertama adalah tentang transformasi. Malcolm mengubah hidupnya sepenuhnya. Anda juga bisa.
Pelajaran kedua adalah tentang pendidikan. Malcolm mengajarkan dirinya sendiri di penjara. Pembelajaran bisa terjadi di mana saja.
Pelajaran ketiga adalah tentang kebanggaan. Malcolm mengajarkan orang kulit hitam untuk mencintai diri mereka sendiri. Cintailah siapa Anda dan dari mana Anda berasal.
Pelajaran keempat adalah tentang berbicara kebenaran. Malcolm tidak melemahkan pesannya. Ia memberi tahu orang-orang apa yang perlu mereka dengar.
Pelajaran kelima adalah tentang pertumbuhan. Malcolm mengubah pandangannya ketika ia belajar lebih banyak. Orang-orang cerdas mengubah pikiran mereka.
Pelajaran terakhir adalah tentang keberanian. Malcolm tahu orang ingin membunuhnya. Ia tetap berbicara meskipun demikian.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Malcolm X. Minta bantuan orang tua untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertanyaan 1: Apa yang Malcolm X salin dengan tangan untuk belajar kata-kata baru?
Pertanyaan 2: Berapa tahun Malcolm menghabiskan di penjara?
Pertanyaan 3: Organisasi apa yang dipimpin Malcolm setelah meninggalkan Nation of Islam?
Pertanyaan 4: Siapa yang menulis otobiografi Malcolm bersamanya?
Pertanyaan 5: Berapa usia Malcolm ketika ia meninggal?
Waktu Aktivitas: Gambarlah Malcolm X berbicara di podium. Gambarlah orang-orang yang mendengarkan di audiens. Tambahkan huruf "X" di suatu tempat dalam gambar Anda.
Aktivitas Lain: Tuliskan satu hal yang ingin Anda ubah tentang diri Anda. Kemudian tuliskan satu langkah kecil yang bisa Anda ambil besok. Ingatlah bahwa Malcolm mengubah seluruh hidupnya.
Bicarakan tentang saat seseorang menilai Anda secara tidak adil. Tuliskan bagaimana Anda merespons. Kemudian tuliskan bagaimana Anda mungkin merespons secara berbeda lain kali.
Malcolm X mulai sebagai seorang anak yang ingin menjadi pengacara. Gurunya menghancurkan impian itu. Ia menjadi seorang kriminal. Ia masuk penjara. Kemudian ia menemukan buku. Ia menemukan jalan baru. Ia menjadi salah satu suara paling kuat dalam sejarah Amerika. Kisahnya memberi tahu setiap anak bahwa tidak pernah terlambat untuk berubah. Anda bisa meletakkan diri lama Anda dan mengambil yang baru. Bacalah sebuah buku. Pelajari sebuah kata. Berdirilah untuk apa yang benar. Masa lalu Anda tidak menulis masa depan Anda. Anda yang melakukannya. Mulailah menulis hari ini.

