Siapa Selebriti Ini?
Tenzing Norgay adalah seorang pria Sherpa dari Himalaya. Dia menjadi salah satu dari dua orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Dia berdiri di titik tertinggi di Bumi pada tahun 1953.
Kisah selebriti ini menghormati seorang pahlawan yang banyak orang lupakan. Semua orang tahu tentang Edmund Hillary. Tetapi Tenzing Norgay mendaki tepat di sampingnya. Keduanya mencapai puncak bersama.
Anak-anak yang menyukai petualangan akan menemukan perjalanan Tenzing menginspirasi. Dia tumbuh dalam keadaan sangat miskin. Dia tidak memiliki peralatan mewah. Dia tidak memiliki pendidikan formal. Tetapi dia memiliki hati yang besar dan kaki yang kuat.
Orang-orang menyebut orang Sherpa "Harimau Salju." Mereka tinggal tinggi di pegunungan. Tubuh mereka telah beradaptasi dengan udara tipis. Tenzing menunjukkan kepada dunia betapa kuatnya orang-orangnya.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-kanak
Tenzing Norgay lahir pada tahun 1914. Dia datang ke dunia di sebuah desa kecil bernama Thame. Desa itu terletak tinggi di pegunungan Nepal.
Keluarganya membesarkan yak. Yak adalah hewan besar berbulu yang hidup di tempat dingin. Tenzing membantu orang tuanya merawat hewan-hewan ini.
Sebagai seorang anak laki-laki, Tenzing tidak pergi ke sekolah. Dia tidak bisa membaca atau menulis. Sebagai gantinya, dia belajar dengan mengamati dan melakukan. Dia belajar untuk bertahan hidup dalam cuaca beku.
Nama Tenzing berarti "pengikut agama yang beruntung." Keluarganya mengikuti agama Buddha. Mereka percaya bahwa gunung memiliki roh khusus.
Ketika Tenzing remaja, dia melarikan diri dari rumah. Dia ingin melihat kota besar Darjeeling. Kota itu terletak di seberang perbatasan di India.
Dia berjalan banyak mil sendirian. Dia hampir tidak memiliki uang. Tetapi dia berhasil sampai ke Darjeeling. Kota itu menjadi rumah barunya.
Di Darjeeling, Tenzing melihat pendaki asing untuk pertama kalinya. Pendaki-pendaki ini ingin mendaki Everest. Tenzing merasakan tarikan yang kuat menuju gunung itu.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Tenzing Norgay tidak pernah pergi ke sekolah biasa. Dia tidak bisa membaca buku atau menulis namanya sampai dia dewasa. Tetapi dia belajar banyak keterampilan penting dengan cara lain.
Kelasnya adalah gunung. Dia belajar membaca salju dan angin. Dia belajar mengenali retakan berbahaya di es. Dia belajar kapan harus naik dan kapan harus turun.
Tenzing belajar untuk membawa beban yang sangat berat. Dia membawa perlengkapan untuk pendaki asing. Beban tipikalnya seberat 50 pon atau lebih. Dia membawa beban ini lebih tinggi daripada siapa pun.
Dia juga belajar bahasa Inggris. Dia mengambil kata-kata dari pendaki Inggris. Kemudian, dia juga belajar beberapa bahasa lainnya.
Tenzing belajar mengikat simpul khusus. Dia belajar menggunakan pahat es dan tali. Dia belajar membangun dinding salju untuk perlindungan dari angin.
Setiap musim pendakian mengajarinya sesuatu yang baru. Dia mengamati apa yang berhasil dan apa yang gagal. Dia mengingat setiap kesalahan agar tidak mengulanginya.
Guru terbesarnya adalah gunung itu sendiri. Everest tidak membiarkan orang membuat kesalahan yang sama dua kali.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Tenzing Norgay menjadi sukses melalui banyak usaha. Dia tidak mencapai puncak pada percobaan pertamanya. Dia mencoba lagi dan lagi selama bertahun-tahun.
Pada tahun 1935, Tenzing bergabung dengan ekspedisi Everest pertamanya. Dia bekerja sebagai porter. Itu berarti dia membawa tas berat untuk pendaki lain. Dia tidak pergi sangat tinggi tahun itu.
Selama 18 tahun berikutnya, Tenzing bergabung dengan enam ekspedisi Everest lainnya. Setiap kali, dia pergi lebih tinggi dari sebelumnya. Setiap kali, dia belajar sesuatu yang baru.
Pada tahun 1952, Tenzing sangat dekat. Dia bergabung dengan tim Swiss. Dia mendaki lebih tinggi dari siapa pun sebelumnya. Hanya tersisa 800 kaki antara dia dan puncak.
Tetapi cuaca buruk memaksa mereka mundur. Tenzing merasa sangat sedih. Dia khawatir tidak akan pernah mencapai puncak.
Tahun berikutnya, sebuah tim Inggris mengundang Tenzing untuk bergabung dengan mereka. Edmund Hillary ada di tim itu. Kedua pria itu menjadi mitra.
Mereka saling mendukung di setiap langkah. Ketika masker oksigen Hillary rusak, Tenzing membantu memperbaikinya. Ketika Tenzing merasa lelah, Hillary memberinya semangat.
Pada 29 Mei 1953, mereka mencapai puncak bersama. Tenzing berlutut di salju dan berdoa. Dia meninggalkan persembahan cokelat dan biskuit untuk roh gunung.
Ide Besar dan Prestasi
Tenzing Norgay mencapai sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Sherpa sebelumnya. Dia mencapai puncak Everest. Dia membawa kehormatan bagi semua orang Sherpa.
Ide besarnya sangat sederhana. Gunung tidak peduli tentang paspor atau uangmu. Gunung hanya peduli tentang kekuatan dan hatimu.
Tenzing membuktikan bahwa orang lokal pantas dihormati. Sebelum dia, banyak pendaki memperlakukan Sherpa seperti pelayan. Tenzing menunjukkan bahwa Sherpa adalah mitra sejati.
Setelah mencapai puncak, Tenzing menjadi terkenal. Orang-orang di India dan Nepal merayakannya sebagai pahlawan. Dia menerima banyak penghargaan dari kedua negara.
Dia kemudian menjadi direktur pertama dari Institut Pendakian Himalaya. Dia mengajarkan orang-orang muda bagaimana mendaki dengan aman. Dia melatih generasi baru pemandu Sherpa.
Tenzing juga menulis buku tentang hidupnya. Dia menamakannya "Man of Everest." Orang-orang di seluruh dunia membaca kisahnya. Mereka belajar tentang budaya Sherpa untuk pertama kalinya.
Dia tidak pernah melupakan awal yang sederhana. Bahkan sebagai orang terkenal, dia tetap baik kepada semua orang. Dia menyapa orang asing dengan senyuman hangat.
Tantangan dan Masa Sulit
Tenzing Norgay menghadapi banyak masa sulit. Dia tumbuh tanpa uang atau pendidikan. Orang-orang memandang rendah padanya karena dia adalah anak Sherpa yang miskin.
Gunung hampir membunuhnya beberapa kali. Dia selamat dari longsoran salju. Dia selamat dari retakan yang terbuka di bawah kakinya. Dia selamat dari badai yang membekukan jarinya.
Pada tahun 1952, dia sangat dekat dengan puncak. Kembali membuat hatinya hancur. Dia pikir dia tidak akan mendapatkan kesempatan lain.
Setelah mencapai puncak pada tahun 1953, Tenzing menghadapi tantangan yang berbeda. Orang-orang berdebat tentang siapa yang mencapai puncak lebih dulu. Hillary mengatakan mereka tiba bersama. Tetapi beberapa orang ingin memberikan kredit hanya kepada satu orang.
Argumen ini sangat menyakiti Tenzing. Dia selalu mengatakan bahwa dia dan Hillary mencapai puncak sebagai mitra. Dia menolak untuk mengklaim bahwa dia pergi lebih dulu. Dia juga menolak untuk mengatakan bahwa Hillary pergi lebih dulu.
Argumen ini mengikutinya selama bertahun-tahun. Dia menghadapinya dengan anggun. Dia hanya mengulangi jawaban yang sama berulang kali. "Kami mendaki bersama sebagai saudara."
Tenzing juga menghadapi masalah kesehatan akibat ketinggian. Udara tipis merusak tubuhnya selama bertahun-tahun. Tetapi dia tidak pernah mengeluh.
Fakta Menarik tentang Selebriti
Tenzing Norgay memiliki banyak fakta menarik yang disukai anak-anak. Dia tidak tahu tanggal lahirnya yang tepat. Dia memilih tanggal 29 Mei. Itu adalah hari ketika dia mencapai puncak Everest.
Di puncak Everest, Tenzing mengubur beberapa permen dan sebuah pensil. Dia meninggalkan ini sebagai hadiah untuk para dewa gunung. Putrinya menemukan pensil itu bertahun-tahun kemudian.
Tenzing memiliki enam anak. Anaknya, Jamling, juga mendaki Everest bertahun-tahun kemudian. Mendaki gunung adalah tradisi keluarga.
Dia tidak pernah memakai sepatu pendakian khusus. Dia lebih suka sepatu sederhana yang terbuat dari kulit yak. Kakinya tetap lebih hangat daripada siapa pun.
Tenzing suka tertawa. Pendaki lain mengingat tawanya yang keras dan bahagia bergema di atas es. Dia membuat hari-hari sulit terasa lebih mudah.
Dia muncul di sampul majalah Time. Majalah itu biasanya menampilkan presiden dan raja. Tenzing hanyalah seorang Sherpa sederhana dari Nepal.
Tenzing mengubah namanya ketika dia masih muda. Nama lahirnya adalah Namgyal Wangdi. Dia memilih Tenzing Norgay karena terdengar lebih seperti nama pendaki.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Tenzing Norgay tetap sangat penting hingga hari ini. Dia menunjukkan bahwa setiap orang memiliki nilai. Latar belakangmu tidak menentukan masa depanmu.
Dia mengubah cara dunia melihat orang Sherpa. Sebelum Tenzing, sedikit orang yang tahu tentang budaya Sherpa. Sekarang Sherpa terkenal karena keterampilan mendaki mereka.
Banyak anak Sherpa mengagumi Tenzing sebagai panutan. Mereka melihat bahwa seseorang seperti mereka bisa menjadi pahlawan. Mereka juga bermimpi untuk mendaki gunung.
Sekolah pendakian yang didirikan Tenzing masih melatih pendaki muda. Ratusan siswa telah lulus dari sekolah itu. Banyak yang telah mendaki Everest sendiri.
Nama Tenzing muncul di gunung dan bangunan di Nepal. Sebuah puncak yang disebut Tenzing Peak menghormati ingatannya. Sebuah alun-alun kota di Darjeeling membawa namanya.
Dia mengajarkan dunia tentang penghormatan terhadap alam. Gunung bukan hanya batu dan es. Mereka adalah tempat suci yang pantas mendapatkan perhatian kita.
Apa yang Bisa Anak-anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak bisa belajar banyak pelajaran dari Tenzing Norgay. Pelajaran pertama adalah tentang mencoba lagi. Tenzing gagal enam kali sebelum dia mencapai puncak. Dia tidak pernah menyerah.
Pelajaran kedua adalah tentang menghormati semua orang. Tenzing memperlakukan setiap orang dengan baik. Dia tidak peduli tentang negara atau uang mereka.
Pelajaran ketiga adalah tentang berbagi kredit. Tenzing tidak berdebat tentang siapa yang mencapai puncak lebih dulu. Dia mengatakan mereka melakukannya bersama. Itu adalah kerja tim yang sejati.
Pelajaran keempat adalah tentang bangga dengan asal-usulmu. Tenzing mencintai menjadi seorang Sherpa. Dia tidak pernah mencoba untuk menjadi orang lain.
Pelajaran kelima adalah tentang tetap rendah hati. Keternamaan tidak mengubah Tenzing. Dia masih berbicara dengan semua orang dengan cara yang sama. Dia masih tersenyum kepada orang asing.
Pelajaran terakhir adalah tentang mendengarkan alam. Tenzing membaca gunung seperti buku. Dia tahu kapan harus naik dan kapan harus kembali. Alam memberikan tanda-tanda jika kita memperhatikan.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang kamu ingat tentang Tenzing Norgay. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan seseorang di keluargamu.
Pertanyaan 1: Hewan apa yang Tenzing bantu pelihara sebagai anak laki-laki?
Pertanyaan 2: Siapa yang mendaki Gunung Everest bersama Tenzing Norgay?
Pertanyaan 3: Berapa kali Tenzing mencoba mendaki Everest sebelum berhasil?
Pertanyaan 4: Apa yang Tenzing tinggalkan di puncak Everest sebagai persembahan?
Pertanyaan 5: Apa yang Tenzing lakukan setelah menjadi terkenal?
Waktu Aktivitas: Gambar Tenzing Norgay dan Edmund Hillary berdiri di puncak Everest. Tambahkan tumpukan kecil cokelat dan biskuit di samping Tenzing.
Aktivitas Lain: Latih kerja tim minggu ini. Pilih satu tugas untuk diselesaikan dengan pasangan. Setelah selesai, ucapkan terima kasih kepada pasanganmu. Perhatikan betapa baiknya berbagi kesuksesan.
Bicarakan tentang tujuan yang pernah kamu coba dan gagal sebelumnya. Tulis satu hal yang kamu pelajari dari kegagalan itu. Kemudian tulis satu alasan untuk mencoba lagi.
Tenzing Norgay mulai sebagai anak peternak yak yang miskin. Tidak ada yang mengharapkan dia membuat sejarah. Dia tidak bisa membaca atau menulis. Dia hampir tidak memiliki apa-apa. Tetapi dia memiliki kaki yang kuat dan hati yang berani. Dia mencoba lagi dan lagi dan lagi. Pada percobaan ketujuhnya, dia berdiri di puncak dunia. Dia tidak melakukannya sendirian. Dia melakukannya dengan seorang teman di sampingnya. Kisahnya mengajarkan kita bahwa pahlawan berasal dari setiap sudut Bumi. Kamu tidak perlu sekolah mewah atau orang tua kaya. Kamu hanya perlu sebuah impian dan keberanian untuk terus mendaki.

