Apa Perbedaan Antara Meminta Anak untuk “Mendengarkan Musik” atau Hanya “Mendengar Lagu” di Latar Belakang?

Apa Perbedaan Antara Meminta Anak untuk “Mendengarkan Musik” atau Hanya “Mendengar Lagu” di Latar Belakang?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Musik memenuhi dunia kita. Di dalam mobil, di rumah, di toko. Dua kata umum menggambarkan pengalaman musik. “Mendengarkan musik” dan “Mendengar lagu.” Keduanya berarti “mengalami suara dengan telinga Anda.” Tetapi yang satu berarti memperhatikan. Yang satu berarti hanya memperhatikan. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Musik dapat menenangkan, menggairahkan, atau mengajar. Kata yang tepat menggambarkan tingkat fokusnya. Mari kita jelajahi dua ekspresi pendengaran ini.

Apa Arti Ekspresi Ini? “Mendengarkan musik” berarti “memperhatikan musik dengan sengaja.” Anda fokus. Anda mungkin mengetuk kaki atau bernyanyi bersama. Anda berniat untuk mendengarnya.

Untuk seorang anak, pikirkan tentang mengenakan headphone. “Mendengarkan musik” mengatakan “Fokus pada suara. Perhatikan irama, kata-kata, melodi.”

“Mendengar lagu” berarti “mempersepsikan musik dengan telinga Anda tanpa harus memperhatikan.” Anda mungkin mendengar musik di toko saat berbelanja. Anda tidak fokus padanya.

Untuk seorang anak, pikirkan tentang musik yang diputar saat Anda bermain dengan mainan. “Mendengar lagu” mengatakan “Musik ada di sana. Anda memperhatikannya. Tetapi Anda tidak benar-benar mendengarkan.” Kedua frasa tersebut melibatkan suara. Keduanya mengatakan “musik masuk ke telinga Anda.” Mereka tampak serupa karena orang menggunakan keduanya untuk musik dan telinga. Namun yang satu adalah fokus yang disengaja. Yang satu tidak disengaja atau latar belakang.

Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah niat. “Mendengarkan musik” bersifat aktif. Anda memilih untuk fokus. “Mendengar lagu” bersifat pasif. Suara itu baru saja datang kepada Anda.

Perbedaan lainnya adalah perhatian. Mendengarkan membutuhkan perhatian. Mendengar baru saja terjadi. Anda dapat mendengar lagu tanpa mendengarkannya.

Satu lagi perbedaan adalah tujuan. Orang mendengarkan musik untuk kesenangan, belajar, atau relaksasi. Orang mendengar lagu sebagai kebisingan latar belakang.

Juga, “mendengarkan” dapat digunakan sebagai perintah. “Dengarkan ini!” “Mendengar” jarang menjadi perintah.

Ajarkan anak-anak bahwa keduanya tentang suara. Yang satu aktif. Yang satu pasif.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Mendengarkan musik” saat Anda ingin fokus. “Mari kita mendengarkan musik bersama.” “Saya mendengarkan musik saat saya belajar.” “Dengarkan kata-kata dari lagu ini.”

Gunakan “Mendengarkan musik” untuk kesenangan yang disengaja. “Pasang headphone dan dengarkan band favorit Anda.”

Gunakan “Mendengarkan musik” sebagai aktivitas. “Keluarga kami mendengarkan musik setiap malam.”

Gunakan “Mendengar lagu” untuk suara latar belakang. “Saya mendengar lagu di radio saat mengemudi.” “Dia mendengar lagu yang berasal dari rumah tetangga.”

Gunakan “Mendengar lagu” saat Anda tidak fokus. “Di mal, saya mendengar lagu-lagu Natal.”

Gunakan “Mendengar lagu” untuk persepsi yang tidak disengaja. “Apakah Anda mendengar lagu itu? Itu diputar di lift.”

Orang tua dapat mencontohkan keduanya. Katakan “dengarkan” untuk kegiatan yang terfokus. Katakan “dengar” untuk suara latar belakang.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.

Mendengarkan musik:

Saya suka mendengarkan musik sebelum tidur.

Mari kita mendengarkan musik dan menari.

Harap dengarkan musiknya dengan tenang.

Dia mendengarkan musik di tabletnya.

Dengarkan gitar di lagu ini.

Mendengar lagu:

Saya mendengar lagu dalam perjalanan ke sekolah.

Bisakah kamu mendengar lagu yang diputar di toko?

Bayi mendengar lagu dan tertidur.

Dia mendengar lagu yang dia sukai di restoran.

Saya sering mendengar lagu dari kamar saudara laki-laki saya.

Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “mendengarkan musik” disengaja. Perhatikan bagaimana “mendengar lagu” bersifat pasif atau latar belakang.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan kata-kata ini. Berikut adalah kesalahan umum.

Kesalahan 1: Mengatakan “dengar” saat Anda bermaksud “dengarkan.” “Saya ingin mendengar musik” adalah salah. “Dengar” tidak menggunakan “ke.” Benar: Katakan “Saya ingin mendengarkan musik.”

Kesalahan 2: Mengatakan “dengarkan” saat Anda bermaksud “dengar.” “Saya mendengarkan sebuah lagu di dalam mobil” adalah salah. Benar: Katakan “Saya mendengar lagu di dalam mobil.”

Kesalahan 3: Lupa “ke” setelah “dengarkan.” “Saya mendengarkan musik” adalah salah. “Dengarkan” membutuhkan “ke.” Benar: Katakan “Saya mendengarkan KE musik.”

Kesalahan 4: Berpikir mendengar sama dengan mendengarkan. Mendengar itu otomatis. Mendengarkan adalah pilihan. Benar: Jelaskan perbedaannya.

Kesalahan 5: Memutar musik terlalu keras. Musik keras dapat merusak pendengaran. Benar: Jaga volume pada tingkat yang aman.

Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.

Tip memori 1: Pikirkan tentang sorotan dan jendela. “Mendengarkan musik” adalah sorotan. Anda menyinarinya pada musik. “Mendengar lagu” adalah jendela. Suara masuk apakah Anda menginginkannya atau tidak.

Tip memori 2: Gunakan tangan Anda. Tangkupkan telinga Anda untuk “mendengarkan musik” (aktif). Letakkan tangan Anda di sisi Anda untuk “mendengar lagu” (pasif).

Tip memori 3: Tanyakan “apakah saya mencoba untuk mendengarnya?” Ya = “mendengarkan musik.” Tidak, itu baru saja terjadi = “mendengar lagu.”

Tip memori 4: Gambarlah dua gambar. Seorang anak dengan headphone dan mata tertutup = “mendengarkan musik.” Seorang anak bermain sambil musik diputar di latar belakang = “mendengar lagu.”

Tip memori 5: Gunakan tes “fokus”. Jika Anda fokus, katakan “dengarkan.” Jika Anda tidak fokus, katakan “dengar.”

Latih kiat-kiat ini selama waktu musik. Perhatikan kapan Anda mendengarkan dan kapan Anda hanya mendengar.

Waktu Latihan Cepat Coba latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.

Latihan 1: Pilih frasa terbaik.

Anak Anda mengenakan headphone untuk menikmati album baru. Apakah Anda mengatakan: a) Mendengarkan musik b) Mendengar lagu

Sebuah lagu diputar di toko kelontong saat Anda berbelanja. Apakah Anda mengatakan: a) Kami mendengarkan musik b) Kami mendengar lagu

Anda ingin anak Anda fokus pada lirik sebuah lagu. Apakah Anda mengatakan: a) Dengarkan kata-katanya b) Dengarkan kata-katanya

Jawaban: 1(a), 2(b), 3(b)

Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.

“Saya suka __________ saat saya menggambar.” (aktif, disengaja)

“Kami __________ sebuah lagu yang familiar di radio di dalam mobil.” (pasif, latar belakang)

Jawaban: 1. mendengarkan musik, 2. mendengar

Bonus: Mainkan game “Aktif atau Pasif”. Putar musik singkat. Pertama, katakan “Dengarkan saja musiknya” (tidak fokus). Kemudian katakan “Sekarang dengarkan musiknya” (fokus). Mintalah anak Anda untuk menjelaskan perbedaannya. Apakah mereka memperhatikan lebih banyak saat mendengarkan? Diskusikan.

Ringkasan Gunakan “mendengarkan musik” saat Anda dengan sengaja memperhatikan suara, kata-kata, dan irama. Gunakan “mendengar lagu” saat musik datang ke telinga Anda tanpa fokus aktif, seperti musik latar di toko. Keduanya tentang suara. Yang satu aktif dan bertujuan. Yang satu pasif dan otomatis. Ajarkan anak-anak bahwa mendengarkan adalah hadiah yang Anda berikan kepada musik. Mendengar baru saja terjadi. Untuk benar-benar menikmati musik, dengarkan. Tutup matamu. Fokus. Rasakan iramanya. Itulah mendengarkan. Mendengar hanyalah kebisingan. Mendengarkan adalah cinta. Jadi putar lagu favorit Anda. Dengarkan. Benar-benar dengarkan. Maka Anda akan tahu perbedaannya. Nikmati setiap nada. Musik itu ajaib. Dengarkan. Dengarkan. Cintai itu. Itulah caranya. Sekarang tekan putar. Dengarkan baik-baik. Rasakan sesuatu yang indah. Itulah kekuatan musik. Gunakan dengan baik.