Kapan Anak Harus Meminta “Lagi” Jus, Alih-alih “Tambahan” Gelas Jus?

Kapan Anak Harus Meminta “Lagi” Jus, Alih-alih “Tambahan” Gelas Jus?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Anak-anak selalu ingin lebih. Lebih banyak biskuit. Lebih banyak waktu bermain. Lebih banyak cerita. Dua kata umum menggambarkan jumlah ekstra: “Lagi” dan “Tambahan.” Keduanya berarti “ekstra” atau “meningkatkan jumlah.” Namun, salah satunya digunakan sehari-hari. Satunya lagi lebih formal. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Meminta lebih adalah hal yang wajar. Kata-kata yang tepat membuat permintaan Anda jelas. Mari kita jelajahi dua ungkapan peningkatan ini.

Apa Arti Ungkapan Ini? “Lagi” berarti “jumlah atau angka yang lebih besar.” Ini adalah cara paling sederhana untuk meminta tambahan. Satu kata. Empat huruf. Semua orang memahaminya.

Untuk seorang anak, pikirkan tentang cangkir kosong. “Lagi” berarti “Beri saya tambahan. Isi lagi. Saya ingin apa yang saya miliki sebelumnya ditambah beberapa.”

“Tambahan” berarti “ekstra, ditambahkan ke apa yang sudah ada.” Berasal dari kata “tambah.” Kedengarannya lebih formal dan spesifik. Sering muncul dalam instruksi atau daftar.

Untuk seorang anak, pikirkan tentang pizza dengan topping tambahan. “Tambahan” berarti “Selain keju, kita perlu pepperoni tambahan.” Kedua frasa tersebut berarti ekstra. Keduanya mengatakan “tidak kurang, tidak sama.” Keduanya tampak serupa karena orang menggunakan keduanya ketika jumlah pertama tidak cukup. Namun, yang satu untuk percakapan sehari-hari. Yang satu lagi untuk instruksi formal atau tertulis.

Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah formalitas. “Lagi” bersifat kasual dan sehari-hari. Anda mengatakannya di meja makan. Di dalam mobil. Di rumah teman. “Tambahan” terdengar formal. Anda melihatnya di formulir, dalam aturan, atau dalam tugas sekolah.

Perbedaan lainnya adalah penggunaan. “Lagi” berfungsi sebagai kata sifat, kata keterangan, atau kata benda. “Jus lagi” (kata sifat). “Makan lagi” (kata benda). “Lebih cepat” (kata keterangan). “Tambahan” hanya kata sifat. Anda tidak dapat mengatakan “makan tambahan.” Perlu kata benda. “Makanan tambahan.”

Satu lagi perbedaan adalah panjangnya. “Lagi” memiliki satu suku kata. Cepat. “Tambahan” memiliki empat suku kata. Butuh waktu lebih lama untuk mengatakannya.

Juga, “lagi” bisa berdiri sendiri. “Mau lagi?” “Ya, silakan.” “Tambahan” tidak bisa berdiri sendiri. “Mau tambahan?” terdengar aneh.

Ajarkan anak-anak bahwa keduanya berarti ekstra. Yang satu untuk permintaan cepat, sehari-hari. Yang satu lagi untuk deskripsi formal.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Lagi” untuk permintaan sehari-hari. “Bolehkah saya minta susu lagi?” “Saya ingin lebih banyak waktu untuk bermain.” “Kue lagi, tolong.” Itu wajar dan baik.

Gunakan “Lagi” untuk perbandingan. “Dia punya lebih banyak mainan daripada saya.” “Ini lebih menyenangkan.” “Lagi” berfungsi untuk situasi apa pun.

Gunakan “Lagi” sebagai jawaban singkat. “Lagi?” “Ya, silakan.” Sederhana dan jelas.

Gunakan “Tambahan” untuk instruksi formal. “Silakan jawab pertanyaan tambahan di halaman dua.” “Biaya tambahan mungkin berlaku.” Ini terdengar resmi.

Gunakan “Tambahan” dalam tulisan. “Kami membutuhkan sukarelawan tambahan.” “Biaya tambahannya adalah lima dolar.” Kelihatannya profesional.

Gunakan “Tambahan” jika Anda ingin terdengar hati-hati atau tepat. “Selain tiga buku, kami memiliki dua sumber daya tambahan.” Ini menghindari pengulangan kata “lagi.”

Orang tua dapat mencontoh keduanya. Katakan “lagi” untuk keinginan sehari-hari. Gunakan “tambahan” saat menjelaskan aturan atau menulis daftar.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.

Lagi:

Bolehkah saya minta biskuit lagi, tolong?

Saya ingin lebih banyak waktu di ayunan.

Hari ini ada lebih banyak salju daripada kemarin.

Lebih dari separuh kelas ada di sini.

Silakan tuangkan lebih banyak jus ke dalam cangkir saya.

Tambahan:

Guru memberi kami pekerjaan rumah tambahan.

Kami membutuhkan kursi tambahan untuk tamu.

Ada biaya tambahan untuk keju ekstra.

Silakan baca catatan tambahan di bagian bawah.

Dia membeli hadiah tambahan untuk temannya.

Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana kata “lagi” terdengar alami untuk permintaan. Perhatikan bagaimana kata “tambahan” lebih terdengar seperti instruksi atau fakta.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan kata-kata ini. Berikut adalah kesalahan umum.

Kesalahan 1: Menggunakan “tambahan” dalam permintaan sehari-hari. “Bolehkah saya minta jus tambahan?” Ini terdengar terlalu formal untuk seorang anak. Benar: Katakan “Bolehkah saya minta jus lagi?”

Kesalahan 2: Menggunakan “lagi” ketika “lainnya” lebih baik. “Saya mau kue lagi” (satu kue) seharusnya “kue lainnya.” “Kue lagi” bisa berarti kue yang lebih besar atau kue tambahan. Benar: Gunakan “lainnya” untuk satu item tambahan. Gunakan “lagi” untuk jumlah yang lebih besar.

Kesalahan 3: Lupa bahwa “tambahan” membutuhkan kata benda setelahnya. “Saya butuh tambahan.” Ini tidak lengkap. Tambahan apa? Benar: Katakan “Saya butuh waktu tambahan” atau “Saya butuh lagi.”

Kesalahan 4: Menggunakan “lagi” setelah “lainnya.” “Kue lainnya lagi” salah. Benar: Katakan “kue lainnya” atau “satu kue lagi.”

Kesalahan 5: Terlalu sering menggunakan “tambahan” dalam ucapan. Kedengarannya aneh untuk mengatakan “tambahan” berkali-kali dalam percakapan santai. Benar: Gunakan “lagi” untuk berbicara. Simpan “tambahan” untuk menulis.

Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.

Tip memori 1: Pikirkan tentang tangan yang cepat dan surat formal. “Lagi” adalah tangan cepat yang mengulur. “Lagi, silakan.” “Tambahan” adalah surat formal. “Informasi tambahan terlampir.”

Tip memori 2: Gunakan tangan Anda. Tangkupkan tangan Anda untuk “lagi” (beri saya lebih banyak). Ketuk satu jari di tangan Anda yang lain untuk “tambahan” (menambahkan satu item lagi).

Tip memori 3: Tanyakan “apakah saya sedang berbicara atau menulis?” Berbicara = “lagi.” Menulis formulir atau daftar = “tambahan.”

Tip memori 4: Gambarlah dua gambar. Seorang anak meminta jus lagi dengan senyuman = “lagi.” Daftar dengan poin-poin yang mengatakan “item tambahan” = “tambahan.”

Tip memori 5: Gunakan tes “lainnya”. Jika Anda bermaksud satu lagi dari sesuatu, katakan “lainnya.” Jika Anda bermaksud jumlah yang lebih besar, katakan “lagi.” Jika Anda menulis secara formal, katakan “tambahan.”

Latih kiat-kiat ini saat makan. Minta lebih. Perhatikan kapan “lainnya” lebih cocok.

Waktu Latihan Cepat Cobalah latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.

Latihan 1: Pilih frasa terbaik.

Anda ingin kue lainnya. Apakah Anda mengatakan: a) Kue lagi b) Kue lainnya

Anda ingin susu ekstra di cangkir Anda. Apakah Anda mengatakan: a) Susu lagi b) Susu tambahan

Sebuah formulir sekolah menanyakan apakah Anda membutuhkan waktu tambahan untuk ujian. Ini adalah pertanyaan formal. Apakah Anda mengatakan: a) Saya butuh lebih banyak waktu b) Saya butuh waktu tambahan

Jawaban: 1(b), 2(a), 3(b — konteks formal)

Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.

“Bolehkah saya minta __________ roti, tolong?” (permintaan sehari-hari)

“__________ instruksi ada di bagian belakang halaman.” (formal, tertulis)

Jawaban: 1. lagi, 2. tambahan

Bonus: Mainkan game “Lagi atau Lainnya”. Letakkan beberapa mainan di atas meja. Minta anak Anda untuk mengatakan “lagi” jika mereka menginginkan jumlah mainan yang lebih besar (lebih banyak balok) atau “lainnya” jika mereka menginginkan satu lagi dari sesuatu (balok lainnya). Pelajari perbedaannya.

Ringkasan Gunakan “lagi” untuk permintaan dan perbandingan sehari-hari. Gunakan “tambahan” untuk tulisan atau instruksi formal. Keduanya berarti ekstra. Yang satu cepat dan alami. Yang satu tepat dan formal. Ajarkan anak-anak bahwa meminta lebih itu baik-baik saja. Menggunakan kata yang tepat untuk situasi tersebut membuat Anda menjadi komunikator yang lebih baik. Lebih banyak latihan membuat sempurna. Dan mungkin permainan tambahan juga akan membantu.