Anak-anak suka cerita. Membacanya. Menceritakannya. Menulisnya. Dua frasa umum menggambarkan pembuatan cerita. “Menulis cerita” dan “Mengarang kisah.” Keduanya berarti “menciptakan narasi dengan kata-kata.” Tetapi yang satu adalah sehari-hari. Yang satu lebih formal atau sastra. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Menulis cerita membangun imajinasi dan keterampilan. Kata-kata yang tepat menggambarkan tindakan kreatif. Mari kita jelajahi dua ekspresi bercerita ini.
Apa Arti Ekspresi Ini? “Menulis cerita” berarti “menuliskan kata-kata di atas kertas untuk menceritakan urutan peristiwa.” Sederhana dan langsung. Itulah yang dilakukan anak-anak di sekolah. Menulis cerita tentang seekor anjing. Menulis cerita tentang naga.
Untuk seorang anak, pikirkan halaman kosong dan pensil. “Menulis cerita” berarti “Pikirkan tentang awal, tengah, dan akhir. Tulis kalimat. Gunakan kata-katamu sendiri.”
“Mengarang kisah” juga berarti “menciptakan cerita.” Tetapi terdengar lebih formal dan artistik. “Mengarang” berarti menciptakan dengan hati-hati, seperti mengarang musik. “Kisah” adalah kata yang lebih tua untuk cerita.
Untuk seorang anak, pikirkan seorang pendongeng di dekat api unggun. “Mengarang kisah” berarti “Rancang cerita Anda dengan hati-hati. Buatlah indah dan imajinatif.” Kedua frasa tersebut berarti menciptakan cerita. Keduanya mengatakan “ceritakan sesuatu dengan kata-kata.” Mereka tampak serupa karena orang menggunakan keduanya untuk membuat cerita. Namun yang satu untuk pekerjaan sekolah sehari-hari. Yang satu untuk kreasi artistik.
Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah formalitas. “Menulis cerita” adalah bahasa sehari-hari. Anda menggunakannya di sekolah, di rumah, di mana saja. “Mengarang kisah” terdengar lebih sastra atau kuno. Anda mungkin melihatnya di buku tentang menulis atau di kelas puisi.
Perbedaan lainnya adalah seni. “Menulis cerita” bisa jadi sederhana. “Mengarang kisah” menyiratkan lebih banyak perhatian dan keindahan. Ini untuk cerita-cerita khusus.
Satu lagi perbedaan adalah audiens. “Menulis cerita” untuk guru atau orang tua. “Mengarang kisah” menyiratkan bercerita kepada audiens, mungkin dengan lantang.
Juga, “mengarang” juga digunakan untuk musik. “Mengarang simfoni.” “Menulis” tidak digunakan untuk musik.
Ajarkan anak-anak bahwa keduanya berarti membuat cerita. Yang satu sederhana. Yang satu mewah.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Menulis cerita” untuk tugas sekolah. “Silakan tulis cerita tentang musim panasmu.” “Saya harus menulis cerita untuk kelas bahasa Inggris.” “Tulis cerita dengan tiga paragraf.”
Gunakan “Menulis cerita” untuk kreativitas sehari-hari. “Mari kita menulis cerita bersama.” “Dia menulis cerita tentang kucing yang bisa berbicara.”
Gunakan “Menulis cerita” sebagai instruksi sederhana. “Tulis cerita tentang apa pun yang kamu suka.”
Gunakan “Mengarang kisah” untuk penulisan formal atau artistik. “Penulis mengarang kisah petualangan dan keajaiban.” “Dia mengarang kisah untuk lomba mendongeng.”
Gunakan “Mengarang kisah” untuk acara-acara khusus. “Untuk ulang tahun Nenek, karanglah kisah tentang masa kecilnya.”
Gunakan “Mengarang kisah” jika Anda ingin terdengar puitis. “Mari kita mengarang kisah tentang keajaiban dan kegembiraan.”
Orang tua dapat mencontoh keduanya. Katakan “menulis cerita” untuk sehari-hari. Katakan “mengarang kisah” untuk momen-momen khusus dan artistik.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.
Menulis cerita:
Saya ingin menulis cerita tentang seorang pahlawan super.
Silakan tulis cerita untuk pekerjaan rumah malam ini.
Dia menulis cerita tentang kelinci peliharaannya.
Tulis cerita yang memiliki akhir yang bahagia.
Dia menulis cerita setiap minggu untuk bersenang-senang.
Mengarang kisah:
Orang tua itu mengarang kisah tentang ksatria dan naga.
Mari kita mengarang kisah untuk diceritakan di api unggun.
Dia mengarang kisah yang membuat semua orang menangis.
Untuk festival, karanglah kisah persahabatan.
Dia suka mengarang kisah sebelum tidur.
Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “menulis cerita” itu sederhana dan sehari-hari. Perhatikan bagaimana “mengarang kisah” terdengar lebih artistik dan istimewa.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan frasa-frasa ini. Berikut adalah kesalahan umum.
Kesalahan 1: Menggunakan “mengarang kisah” untuk tugas sekolah. “Saya harus mengarang kisah untuk pekerjaan rumah” terdengar terlalu mewah. Guru akan menganggapnya aneh. Benar: Katakan “Saya harus menulis cerita untuk pekerjaan rumah.”
Kesalahan 2: Menggunakan “menulis cerita” untuk puisi epik atau lagu. “Menulis cerita” untuk lirik lagu baik-baik saja, tetapi “mengarang” lebih baik untuk musik. Benar: Untuk musik, katakan “mengarang lagu.”
Kesalahan 3: Lupa bahwa “mengarang” kurang umum. Anak-anak mungkin tidak tahu kata “mengarang.” Ajarkan dengan lembut. Benar: Gunakan “menulis cerita” terlebih dahulu. Kemudian perkenalkan “mengarang kisah” sebagai pilihan mewah.
Kesalahan 4: Berpikir bahwa cerita harus panjang. Sebuah cerita bisa satu kalimat. “Kucing itu duduk di atas tikar.” Itu adalah sebuah cerita. Benar: Cerita pendek juga dihitung.
Kesalahan 5: Tidak mengedit. Draf pertama berantakan. Penulis yang baik memperbaiki kesalahan. Benar: Tulis, lalu baca, lalu perbaiki.
Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.
Tips memori 1: Pikirkan pensil dan pena bulu. “Menulis cerita” adalah pensil. Sehari-hari. “Mengarang kisah” adalah pena bulu. Mewah, kuno.
Tips memori 2: Gunakan tangan Anda. Berpura-pura menulis di atas kertas untuk “menulis cerita.” Berpura-pura menulis dengan hiasan mewah untuk “mengarang kisah.”
Tips memori 3: Tanyakan “apakah ini untuk sekolah atau seni?” Sekolah = “menulis cerita.” Seni atau acara khusus = “mengarang kisah.”
Tips memori 4: Gambarlah dua gambar. Seorang anak di meja dengan pensil = “menulis cerita.” Seorang pendongeng di dekat api dengan pakaian kuno = “mengarang kisah.”
Tips memori 5: Gunakan tes “musik.” Jika Anda menulis musik, katakan “mengarang.” Jika menulis kata-kata, katakan “menulis cerita.”
Latih tips ini selama waktu kreatif. Menulis cerita bersama. Kemudian sebut itu sebuah kisah.
Waktu Latihan Cepat Cobalah latihan-latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.
Latihan 1: Pilih frasa terbaik.
Anak Anda memiliki tugas pekerjaan rumah untuk menulis paragraf tentang hewan peliharaan. Apakah Anda mengatakan: a) Menulis cerita b) Mengarang kisah
Anda ingin mendorong anak Anda untuk membuat cerita yang indah dan artistik untuk pertemuan keluarga. Apakah Anda mengatakan: a) Menulis cerita b) Mengarang kisah
Seorang penulis terkenal menulis buku anak-anak baru. Ulasannya menyebutnya: a) Sebuah cerita tertulis b) Sebuah kisah yang dikarang
Jawaban: 1(a), 2(b), 3(b — lebih sastra)
Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.
“Silakan __________ tentang sahabatmu.” (tugas sekolah sehari-hari)
“Penyair __________ tentang pahlawan dan monster.” (artistik, kuno)
Jawaban: 1. menulis cerita, 2. mengarang kisah
Bonus: Mainkan game “Sehari-hari atau Mewah”. Sebutkan sebuah situasi. “Pekerjaan rumah.” “Mendongeng di api unggun.” “Email ke teman.” “Sebuah buku untuk kontes.” Anak tersebut mengatakan “menulis cerita” (sehari-hari) atau “mengarang kisah” (mewah). Diskusikan alasannya.
Ringkasan Gunakan “menulis cerita” untuk penulisan sehari-hari, tugas sekolah, dan instruksi sederhana. Gunakan “mengarang kisah” untuk mendongeng artistik, formal, atau kuno, terutama untuk acara-acara khusus. Keduanya berarti menciptakan narasi. Yang satu sederhana dan umum. Yang satu mewah dan sastra. Ajarkan anak-anak bahwa setiap cerita itu penting. Apakah Anda menulis cerita atau mengarang kisah, Anda menciptakan sesuatu yang baru. Tuliskan kata-kata di atas kertas. Bagikan imajinasi Anda. Dunia membutuhkan cerita Anda. Sekarang pergilah menulis. Atau mengarang. Cukup ciptakan. Itulah keajaibannya.
















