Kapan Seharusnya Orang Tua Menyuruh Anak untuk “Tidur” Daripada Menunggu Mereka “Tertidur”?

Kapan Seharusnya Orang Tua Menyuruh Anak untuk “Tidur” Daripada Menunggu Mereka “Tertidur”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Waktu tidur tiba setiap malam. Mengenakan piyama. Menggosok gigi. Mematikan lampu. Dua frasa umum menggambarkan perjalanan menuju tidur. “Tidur” dan “Tertidur.” Keduanya berarti “memasuki kondisi istirahat.” Tetapi salah satunya tentang usaha untuk tidur. Satunya lagi tentang saat hal itu terjadi. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Tidur penting untuk tubuh yang sedang tumbuh. Kata-kata yang tepat menggambarkan prosesnya. Mari kita jelajahi dua ungkapan tidur ini.

Apa Arti Ungkapan Ini? “Tidur” berarti “mulai proses tidur.” Ini adalah tindakan yang Anda pilih untuk dilakukan. Anda naik ke tempat tidur, memejamkan mata, dan mencoba tidur. Ini adalah perintah atau instruksi.

Untuk seorang anak, pikirkan orang tua yang berkata “Tidur sekarang.” “Tidur” berarti “Sudah waktunya untuk berhenti bermain dan mulai beristirahat.”

“Tertidur” berarti “saat ketika tidur benar-benar datang.” Itu bukan pilihan. Itu terjadi secara alami. Anda tidak dapat memerintahkan seseorang untuk tertidur. Itu baru saja terjadi.

Untuk seorang anak, pikirkan berbaring di tempat tidur dan perlahan-lahan tertidur. “Tertidur” berarti “Tidur terjadi pada Anda. Mata Anda menjadi berat. Lalu Anda tidur.” Kedua frasa tersebut tentang tidur. Keduanya berarti “mengakhiri hari yang terjaga.” Keduanya tampak serupa karena orang-orang menggunakan keduanya saat tidur. Namun, yang satu tentang usaha untuk tidur. Yang satu lagi tentang momen tidur alami.

Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah kontrol. “Tidur” adalah sesuatu yang dapat Anda coba lakukan. Itu adalah tindakan. Anda dapat menyuruh seseorang untuk tidur. “Tertidur” adalah sesuatu yang terjadi pada Anda. Anda tidak dapat memerintahkannya. Itu adalah sebuah peristiwa.

Perbedaan lainnya adalah tata bahasa. “Tidur” adalah frasa kata kerja aktif. “Tertidur” adalah peristiwa pasif. Anda tertidur.

Satu lagi perbedaan adalah waktu. “Tidur” memulai prosesnya. “Tertidur” adalah akhirnya. Pertama Anda tidur, lalu Anda tertidur.

Juga, “tertidur” dapat terjadi secara tidak sengaja. “Dia tertidur saat menonton film.” “Tidur” selalu disengaja.

Ajarkan anak-anak bahwa keduanya tentang tidur. Yang satu adalah usahanya. Yang satu lagi adalah hasilnya.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing? Gunakan “Tidur” sebagai instruksi. “Jam 9 malam. Waktunya tidur.” “Tidur, sayang.” “Saya harus tidur lebih awal malam ini.”

Gunakan “Tidur” untuk rutinitas sebelum tidur. “Sikat gigi Anda, lalu tidur.” “Tidur agar Anda bisa tumbuh.”

Gunakan “Tidur” jika Anda bermaksud “berusaha untuk tidur.” Itu adalah perintah yang baik.

Gunakan “Tertidur” untuk menggambarkan apa yang terjadi. “Saya tertidur segera setelah kepala saya menyentuh bantal.” “Dia tertidur saat cerita.”

Gunakan “Tertidur” untuk kecelakaan. “Dia tertidur di sofa sambil menonton TV.” “Bayi itu tertidur di dalam mobil.”

Gunakan “Tertidur” untuk berbicara tentang saat itu. “Saya sedang membaca, dan kemudian saya tertidur.”

Orang tua dapat mencontoh keduanya. Katakan “tidur” sebagai instruksi. Katakan “tertidur” untuk menggambarkan peristiwa alami.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.

Tidur:

Tidur. Sudah larut.

Saya mencoba tidur pada waktu yang sama setiap malam.

Orang tua menyuruh anak itu untuk tidur.

Tutup mata Anda dan tidur.

Kita harus tidur lebih awal sebelum perjalanan.

Tertidur:

Saya tertidur saat menonton film.

Dia tertidur dengan cepat di malam hari.

Bayi itu tertidur di pelukan ibunya.

Dia sangat lelah sehingga dia tertidur sambil berdiri.

Saya membaca buku sampai saya tertidur.

Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “tidur” adalah sesuatu yang Anda coba lakukan. Perhatikan bagaimana “tertidur” adalah sesuatu yang terjadi.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan frasa-frasa ini. Berikut adalah kesalahan umum.

Kesalahan 1: Menyuruh seseorang untuk “tertidur.” “Tertidur sekarang!” itu aneh. Anda tidak dapat memerintahkan seseorang untuk tertidur. Benar: Katakan “Tidur sekarang.”

Kesalahan 2: Mengatakan “Saya mencoba tertidur” ketika Anda bermaksud mencoba tidur. “Saya mencoba tertidur tetapi saya tidak bisa” baik-baik saja. Tetapi “Saya mencoba tidur” juga baik-baik saja. Keduanya berhasil. Tidak ada kesalahan besar. Benar: Keduanya dapat diterima.

Kesalahan 3: Lupa bahwa “tertidur” tidak disengaja. “Saya tertidur di kelas” berarti Anda tidak bermaksud melakukannya. “Saya tidur di kelas” itu aneh. Benar: Gunakan “tertidur” untuk kecelakaan.

Kesalahan 4: Menggunakan “tidur” untuk proses alami. “Saya tidur saat menonton film” baik-baik saja tetapi “Saya tertidur” lebih baik. Benar: Gunakan “tertidur” untuk tidur yang tidak disengaja.

Kesalahan 5: Membingungkan “tidur” dengan “pergi tidur.” “Pergi tidur” berarti naik ke tempat tidur. Anda bisa pergi tidur dan tidak tidur. “Tidur” berarti benar-benar tidur. Benar: “Pergi tidur” = naik ke tempat tidur. “Tidur” = memejamkan mata dan beristirahat.

Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.

Tips memori 1: Pikirkan sakelar dan daun yang jatuh. “Tidur” adalah sakelar yang Anda matikan. Sebuah tindakan. “Tertidur” adalah daun yang jatuh. Itu terjadi secara alami.

Tips memori 2: Gunakan tangan Anda. Tekan tombol imajiner untuk “tidur” (tindakan). Biarkan tangan Anda jatuh perlahan untuk “tertidur” (alami).

Tips memori 3: Tanyakan “apakah itu perintah?” Jika ya, katakan “tidur.” Jika menggambarkan apa yang terjadi, katakan “tertidur.”

Tips memori 4: Gambarlah dua gambar. Seorang anak naik ke tempat tidur dengan mata terbuka = “tidur.” Seorang anak dengan ZZZ keluar dari kepalanya = “tertidur.”

Tips memori 5: Gunakan “tes kecelakaan.” Jika itu kecelakaan, katakan “tertidur.” Jika itu disengaja, katakan “pergi tidur.”

Latih kiat-kiat ini saat tidur. Katakan “tidur” sebagai instruksi. Kemudian katakan “Saya tertidur” untuk menggambarkan.

Waktu Latihan Cepat Cobalah latihan-latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.

Latihan 1: Pilih frasa terbaik.

Anda sedang menidurkan anak Anda. Anda ingin mereka beristirahat. Apakah Anda mengatakan: a) Tidur b) Tertidur

Anak Anda tertidur di sofa saat menonton film. Apakah Anda mengatakan: a) Dia tidur b) Dia tertidur

Anda ingin menggambarkan rutinitas sebelum tidur Anda. Apakah Anda mengatakan: a) Saya mencoba tertidur pada pukul 9 malam b) Saya mencoba tidur pada pukul 9 malam

Jawaban: 1(a), 2(b — tidak disengaja), 3(b — “tidur” adalah usahanya)

Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.

“Sudah larut. Silakan __________ sekarang.” (instruksi)

“Mandi air hangat membuat saya __________ dengan cepat.” (peristiwa alami)

Jawaban: 1. tidur, 2. tertidur

Bonus: Mainkan game “Sengaja atau Kecelakaan”. Sebutkan sebuah situasi. “Seorang orang tua menyuruh seorang anak untuk memejamkan mata mereka saat tidur.” “Seseorang mengangguk saat perjalanan mobil yang panjang.” “Seseorang mengatur alarm dan naik ke tempat tidur.” Anak itu mengatakan “tidur” (sengaja) atau “tertidur” (alami/tidak disengaja). Diskusikan alasannya.

Ringkasan Gunakan “tidur” sebagai instruksi atau untuk menggambarkan usaha untuk tidur. Gunakan “tertidur” untuk menggambarkan saat alami ketika tidur benar-benar datang. Keduanya tentang akhir hari. Yang satu adalah perintah. Yang satu lagi adalah sebuah peristiwa. Ajarkan anak-anak bahwa tidur adalah anugerah. Pergi tidur membutuhkan latihan. Tertidur membutuhkan kedamaian. Ciptakan waktu tidur yang tenang. Bacalah sebuah cerita. Nyanyikan sebuah lagu. Biarkan tidur datang dengan lembut. Selamat malam. Tidur nyenyak.