Tidak semua hal membutuhkan banyak. Terkadang anak-anak menginginkan lebih sedikit. Lebih sedikit kebisingan. Lebih sedikit pekerjaan rumah. Lebih sedikit gula. Dua frasa umum menggambarkan jumlah yang lebih kecil. “Kurang” dan “Jumlah yang lebih kecil.” Keduanya berarti “tidak sebanyak.” Tetapi yang satu singkat dan sehari-hari. Yang satu lagi lebih panjang dan lebih tepat. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Meminta lebih sedikit menunjukkan pengendalian diri. Kata-kata yang tepat membuat permintaan Anda jelas. Mari kita jelajahi dua ekspresi pengurangan ini.
Apa Arti Ekspresi Ini? “Kurang” berarti “jumlah atau tingkat yang lebih kecil.” Ini adalah kebalikan dari “lebih.” Satu kata. Sederhana. Ini berfungsi untuk hal-hal yang tidak dapat Anda hitung satu per satu.
Untuk seorang anak, pikirkan tentang menuangkan jus. “Kurang” mengatakan “Jangan isi terlalu banyak. Beri saya porsi yang lebih kecil.”
“Jumlah yang lebih kecil” juga berarti “tidak sebanyak.” Ini lebih spesifik. “Jumlah” berarti kuantitas. Frasa tersebut membuat gagasan “kurang” menjadi sangat jelas.
Untuk seorang anak, pikirkan tentang gelas ukur. “Jumlah yang lebih kecil” mengatakan “Gunakan cangkir untuk mengukur. Masukkan lebih sedikit dari sebelumnya.” Kedua frasa tersebut berarti pengurangan kuantitas. Keduanya mengatakan “tidak lebih.” Mereka tampak serupa karena orang menggunakan keduanya ketika mereka ingin mengurangi sesuatu. Namun yang satu adalah satu kata. Yang satu lagi adalah tiga kata.
Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah jumlah kata. “Kurang” adalah satu kata. Cepat dan mudah. Anak-anak mempelajarinya sejak dini. “Jumlah yang lebih kecil” memiliki tiga kata dan lebih banyak suku kata. Butuh waktu lebih lama untuk mengatakannya.
Perbedaan lainnya adalah formalitas. “Kurang” bersifat kasual dan sehari-hari. Anda menggunakannya di rumah, di sekolah, di mana saja. “Jumlah yang lebih kecil” terdengar lebih hati-hati atau formal. Anda mungkin melihatnya dalam resep memasak atau percobaan sains.
Satu perbedaan lagi adalah tata bahasa. “Kurang” bisa menjadi kata sifat, kata keterangan, atau kata benda. “Kurang gula” (kata sifat). “Makan lebih sedikit” (kata benda). “Kurang cepat” (kata keterangan). “Jumlah yang lebih kecil” adalah frasa kata benda. Itu tidak dapat memodifikasi kata benda secara langsung. Anda tidak dapat mengatakan “jumlah gula yang lebih kecil.” Anda membutuhkan “dari.” “Jumlah gula yang lebih kecil.”
Juga, “kurang” bekerja dengan kata benda tak terhitung. “Kurang air.” “Jumlah yang lebih kecil” juga bekerja dengan kata benda tak terhitung tetapi lebih bertele-tele.
Ajarkan anak-anak bahwa keduanya berarti kuantitas yang lebih kecil. Yang satu untuk percakapan cepat. Yang satu untuk deskripsi yang tepat.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Kurang” untuk permintaan sehari-hari. “Bisakah saya minta es lebih sedikit?” “Tolong tambahkan garam lebih sedikit.” “Saya ingin lebih sedikit waktu di depan layar.” Itu alami dan baik.
Gunakan “Kurang” untuk perbandingan. “Kotak ini beratnya lebih ringan dari yang itu.” “Dia makan lebih sedikit dari saudaranya.” “Kurang” sangat cocok di sini.
Gunakan “Kurang” sebagai jawaban singkat. “Gula?” “Kurang, tolong.” Cepat dan jelas.
Gunakan “Jumlah yang lebih kecil” untuk ucapan formal atau hati-hati. “Resepnya membutuhkan jumlah minyak yang lebih kecil.” “Gunakan cat dalam jumlah yang lebih kecil pada proyek ini.”
Gunakan “Jumlah yang lebih kecil” dalam penulisan. “Jumlah polusi yang lebih kecil lebih baik untuk lingkungan.” Kedengarannya lebih formal daripada “kurang.”
Gunakan “Jumlah yang lebih kecil” saat mengajar pengukuran. “Jumlah yang lebih kecil berarti lebih sedikit ons. Mari kita ukur.”
Orang tua dapat mencontohkan keduanya. Katakan “kurang” untuk percakapan sehari-hari. Katakan “jumlah yang lebih kecil” untuk resep atau sains.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.
Kurang:
Tolong taruh lebih sedikit sirup di pancake saya.
Saya memiliki lebih sedikit pekerjaan rumah hari ini daripada kemarin.
Kurangi kebisingan, tolong. Bayinya sedang tidur.
Ransel ini lebih ringan dari yang lama.
Makan lebih sedikit permen sebelum makan malam.
Jumlah yang lebih kecil:
Resepnya membutuhkan jumlah gula yang lebih kecil.
Gunakan cat dalam jumlah yang lebih kecil pada kuas Anda.
Jumlah air yang lebih kecil akan membuat sup lebih kental.
Dia meminta es dalam jumlah yang lebih kecil di minumannya.
Jumlah gaya yang lebih kecil tidak akan merusak mainan.
Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “kurang” lebih pendek dan lebih umum. Perhatikan bagaimana “jumlah yang lebih kecil” terdengar lebih tepat dan hati-hati.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan frasa ini. Berikut adalah kesalahan umum.
Kesalahan 1: Menggunakan “kurang” dengan kata benda yang dapat dihitung dalam penulisan formal. “Kurang kue” adalah hal yang umum dalam ucapan tetapi “lebih sedikit kue” adalah benar untuk hal-hal yang dapat dihitung. Benar: Dalam penulisan formal, gunakan “lebih sedikit” untuk hal-hal yang dapat Anda hitung. Gunakan “kurang” untuk yang tak terhitung.
Kesalahan 2: Mengatakan “jumlah yang lebih kecil dari” sebelum kata benda yang dapat dihitung. “Jumlah kue yang lebih kecil” canggung. Gunakan “lebih sedikit kue.” Benar: “Jumlah gula yang lebih kecil” (tak terhitung). “Lebih sedikit kue” (dapat dihitung).
Kesalahan 3: Lupa “dari” setelah “jumlah.” “Jumlah gula yang lebih kecil” salah. Benar: Katakan “jumlah GULA yang lebih kecil.”
Kesalahan 4: Menggunakan “jumlah yang lebih kecil” ketika “kurang” lebih sederhana. “Saya ingin jumlah jus yang lebih kecil” baik-baik saja tetapi panjang. “Saya ingin lebih sedikit jus” lebih baik. Benar: Dalam ucapan sehari-hari, gunakan “kurang.”
Kesalahan 5: Membingungkan “kurang” dengan “lebih rendah.” “Lebih rendah” berarti tidak sebagus atau sepenting. “Itu adalah masalah yang lebih rendah.” Benar: “Kurang” untuk kuantitas. “Lebih rendah” untuk kualitas.
Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.
Tips memori 1: Pikirkan tentang lambaian tangan cepat dan gelas ukur. “Kurang” adalah lambaian tangan cepat. Kurang, tolong. “Jumlah yang lebih kecil” adalah gelas ukur. Tepat dan hati-hati.
Tips memori 2: Gunakan tangan Anda. Pindahkan tangan Anda ke bawah untuk “kurang” (mengurangi). Jepit jari-jari Anda untuk “jumlah yang lebih kecil” (kuantitas kecil).
Tips memori 3: Tanyakan “apakah saya sedang terburu-buru?” Jika ya, katakan “kurang.” Jika Anda punya waktu untuk menjadi tepat, katakan “jumlah yang lebih kecil.”
Tips memori 4: Gambarlah dua gambar. Gelas setengah kosong dengan panah ke bawah = “kurang.” Gelas ukur dengan garis lebih rendah dari sebelumnya = “jumlah yang lebih kecil.”
Tips memori 5: Gunakan tes “dapat dihitung”. Untuk hal-hal yang tak terhitung (air, gula, waktu), gunakan “kurang” atau “jumlah yang lebih kecil.” Untuk hal-hal yang dapat dihitung, gunakan “lebih sedikit” atau “jumlah yang lebih kecil dari.”
Latih kiat-kiat ini saat makan. Minta lebih sedikit sesuatu.
Waktu Latihan Cepat Coba latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.
Latihan 1: Pilih frasa terbaik.
Anda ingin sebagian kentang tumbuk yang lebih kecil. Kentang tumbuk tidak dapat dihitung (Anda mengatakan “kurang kentang” dalam ucapan). Apakah Anda mengatakan: a) Kurang kentang b) Jumlah kentang yang lebih kecil
Anda mengikuti percobaan sains. Instruksinya harus tepat. Apakah Anda mengatakan: a) Gunakan lebih sedikit cuka b) Gunakan jumlah cuka yang lebih kecil
Anda ingin lebih sedikit kue. Dapat dihitung. Apakah Anda mengatakan: a) Kurang kue b) Lebih sedikit kue
Jawaban: 1(a atau b — keduanya baik-baik saja, “kurang” lebih pendek), 2(b — lebih tepat), 3(b)
Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.
“Tolong tambahkan __________ garam ke sup.” (sehari-hari)
“Petunjuknya mengatakan untuk menambahkan __________ cairan.” (formal, pengukuran)
Jawaban: 1. kurang, 2. jumlah yang lebih kecil
Bonus: Mainkan game “Dapat Dihitung atau Tak Terhitung”. Sebutkan kata benda. “Air.” “Kue.” “Waktu.” “Mainan.” Anak tersebut mengatakan “kurang” atau “jumlah yang lebih kecil” untuk yang tak terhitung, dan “lebih sedikit” atau “jumlah” untuk yang dapat dihitung.
Ringkasan Gunakan “kurang” untuk permintaan dan perbandingan sehari-hari dengan kata benda tak terhitung. Gunakan “jumlah yang lebih kecil” untuk deskripsi formal atau tepat, terutama dalam resep atau sains. Keduanya berarti kuantitas yang lebih kecil. Yang satu cepat dan umum. Yang satu hati-hati dan tepat. Ajarkan anak-anak bahwa terkadang lebih sedikit lebih baik. Lebih sedikit kekacauan. Lebih sedikit kebisingan. Lebih sedikit kekhawatiran. Dan jumlah permen yang lebih kecil masih bisa menjadi suguhan.
















