Apa itu sajak?
“The Ants Go Marching” adalah sajak anak-anak dan lagu aksi tradisional bahasa Inggris. Guru sering menggunakan lagu ini untuk mengajarkan angka, kata kerja, dan irama.
Lagu ini memiliki baris yang berulang dan struktur yang dapat diprediksi. Pola ini mendukung keterampilan membaca dan mendengarkan awal.
Aksi berbaris membuatnya ideal untuk pembelajaran berbasis gerakan. Gerakan memperkuat memori dan mendukung pembelajar kinestetik.
Di kelas, sajak ini cocok untuk waktu lingkaran, pelajaran fonik, dan latihan angka. Ini juga mendukung bahasa sosial melalui bernyanyi bersama.
Lirik sajak anak-anak
Lagu lengkapnya memiliki banyak bait. Masing-masing bait mengubah aksi semut kecil.
Versi umum di kelas dari lirik ants go marching meliputi:
The ants go marching one by one, hurrah, hurrah. The ants go marching one by one, hurrah, hurrah. The ants go marching one by one, The little one stops to suck his thumb, And they all go marching down to the ground to get out of the rain.
Guru sering menambahkan bait dengan dua, tiga, empat, dan lebih banyak lagi. Masing-masing bait mencakup aksi baru seperti mengikat sepatu atau memanjat pohon.
Paduan suara yang berulang mendukung kelancaran dan latihan pengucapan. Irama yang dapat diprediksi membantu pembelajar mengikuti struktur.
Pembelajaran kosakata
Sajak ini memperkenalkan kata benda konkret, kata kerja, dan angka. Guru dapat menyoroti setiap kata selama membaca terbimbing.
Kosakata kunci meliputi semut, berbaris, tanah, hujan, ibu jari, sepatu, pohon, pintu, garis. Kata-kata angka seperti satu, dua, tiga, empat muncul secara alami dalam bait.
Kata kerja aksi meliputi berbaris, berhenti, mengisap, mengikat, memanjat, menutup, membuka, melihat. Kata kerja ini terhubung ke rutinitas kelas sehari-hari.
Guru dapat menghubungkan semut dengan topik sains alam. Ini menciptakan pembelajaran lintas kurikulum dengan pelajaran biologi dan lingkungan.
Kata depan seperti turun dan keluar muncul dalam paduan suara. Kata-kata ini mendukung kesadaran spasial dan penyusunan kalimat.
Guru dapat memperluas kosakata dengan kata sifat seperti kecil, besar, dan sibuk. Kata-kata ini mendukung bahasa deskriptif.
Poin fonik
“The Ants Go Marching” memberikan peluang pengajaran fonik yang kuat.
Kata semut mendukung vokal pendek /a/ dan campuran konsonan /nts/. Kata berbaris mendukung bunyi vokal /ar/.
Hujan mendukung vokal panjang /ai/. Tanah mendukung bunyi vokal /ou/.
Guru dapat mengisolasi bunyi dan memodelkan pencampuran. Misalnya, /m/ + /ar/ + /ch/ menghasilkan berbaris.
Praktek suku kata cocok dengan aksi berbaris. Ber-baris memiliki dua suku kata. Semut memiliki satu suku kata.
Pola rima membantu kesadaran fonemik. Hujan berima dengan kereta dan pesawat.
Guru dapat menambahkan latihan kata berima setelah bernyanyi. Ini memperkuat keterampilan decoding.
Pola tata bahasa
Sajak memodelkan tense present continuous. “The ants go marching” menunjukkan aksi yang sedang berlangsung.
Guru dapat menjelaskan bahwa go + verb-ing menunjukkan sesuatu yang terjadi sekarang. Misalnya, “The ants are marching.”
Kalimat imperatif muncul dalam bait berbasis aksi. Misalnya, “Tie your shoe.”
Tense simple past dapat diperkenalkan melalui bercerita. “The ant climbed the tree.”
Pola kalimat mengikuti subjek + kata kerja + objek. “The ants go marching.” “The little one stops.”
Guru dapat membimbing pembelajar untuk membangun kalimat serupa. Ini mendukung penulisan dan berbicara awal.
Kegiatan belajar
Bernyanyi aksi cocok dengan sajak ini. Guru memimpin gerakan berbaris di sekitar kelas.
Kegiatan berhitung mengintegrasikan keterampilan matematika. Hitung semut di setiap bait dan gunakan jari untuk menunjukkan angka.
Bermain peran menambah keterlibatan. Satu pembelajar menjadi semut kecil. Yang lain bertindak sebagai semut yang berbaris.
Pengurutan gambar membantu pemahaman. Guru menunjukkan gambar aksi dan pembelajar mengurutkannya.
Tugas penyusunan kalimat memperkuat tata bahasa. Misalnya, “The ant is climbing.” “The ant is tying a shoe.”
Pertanyaan pemahaman mendengarkan dapat mengikuti lagu. “What does the ant do in verse three?”
Tugas menggambar kreatif menghubungkan bahasa dengan seni. Pembelajar menggambar semut dan memberi label aksi.
Materi cetak
Lembar lirik yang dapat dicetak mendukung latihan membaca. Guru menyoroti kata kunci untuk decoding.
Kartu flash dengan aksi dan angka mendukung latihan kosakata. Masing-masing kartu menunjukkan satu aksi bait.
Buku mini membantu pembelajar menceritakan kembali lagu. Masing-masing halaman menunjukkan satu bait dengan kalimat sederhana.
Lembar kerja potong dan tempel mendukung keterampilan pengurutan. Pembelajar menempatkan aksi dalam urutan yang benar.
Lembar kerja fonik berfokus pada bunyi vokal pendek dan panjang. Guru menyertakan kata-kata seperti semut, hujan, dan berbaris.
Lembar kerja penelusuran angka mengintegrasikan pembelajaran matematika dan bahasa. Pembelajar menelusuri satu hingga sepuluh sambil bernyanyi.
Permainan edukasi
Permainan freeze berbaris cocok dengan musik. Saat musik berhenti, pembelajar membeku dan mengucapkan kata aksi.
Bingo fonik mencakup kata-kata dari lagu. Guru memanggil bunyi dan pembelajar mencocokkan kata-kata.
Charade aksi mendorong berbicara. Satu pembelajar bertindak sebagai bait dan yang lain menebak kalimatnya.
Permainan dadu kalimat membantu latihan tata bahasa. Lempar dadu untuk membuat “The ant is climbing the tree.”
Permainan kartu memori mendukung mengingat kosakata. Cocokkan gambar semut dengan kata aksi.
Permainan tepuk irama mendukung kelancaran. Tepuk pada suku kata yang ditekankan dalam ber-baris dan ke-cil.
Lirik The Ants Go Marching menyediakan unit pengajaran lengkap untuk pembelajar bahasa Inggris awal. Lagu ini mengintegrasikan gerakan, berhitung, fonik, dan struktur kalimat. Guru dapat menggunakan kembali sajak di berbagai pelajaran dan bidang keterampilan. Dengan kegiatan terstruktur dan materi cetak, lagu klasik ini mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan dan efektif di setiap lingkungan kelas awal.

