Bagaimana Cara Mengikuti Tur, Menjadi Turis, Mengapa Pariwisata Itu Penting, dan Apa Itu Turistik?

Bagaimana Cara Mengikuti Tur, Menjadi Turis, Mengapa Pariwisata Itu Penting, dan Apa Itu Turistik?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Anda mengikuti tur museum dengan seorang pemandu. Seorang turis mengunjungi tempat-tempat terkenal. Kata-kata “tur, turis, pariwisata, turistik” semuanya berasal dari satu keluarga. Setiap kata berbicara tentang bepergian untuk kesenangan. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Mempelajari keluarga kata ini membantu anak-anak memahami perjalanan dan budaya. Mari kita jelajahi keempat kata ini bersama-sama.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu gagasan inti dapat berkembang menjadi banyak bentuk kata. Maknanya tetap sama pada intinya. Tetapi kata tersebut mengubah akhirnya untuk peran baru. Misalnya, “tur” adalah kata benda atau kata kerja. “Turis” adalah kata benda. “Pariwisata” adalah kata benda. “Turistik” adalah kata sifat. Mengetahui keempat bentuk ini membantu seorang anak berbicara tentang liburan dan tamasya.

Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya Kata ganti berubah dari “dia” menjadi “dia” atau “miliknya”. Keluarga kata kita berubah dengan menambahkan akhiran, bukan dengan mengubah orang. Pikirkan “tur” sebagai inti perjalanan atau perjalanan. “Turis” mengubah perjalanan itu menjadi seseorang. “Pariwisata” mengubah gagasan itu menjadi sebuah industri. “Turistik” mengubah gagasan itu menjadi sebuah deskripsi. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan sederhana. Perjalanan apa? Tur. Siapa yang bepergian untuk bersenang-senang? Turis. Apa industri perjalanan itu? Pariwisata. Apa yang terkait dengan turis? Turistik.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini memiliki kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Mari kita mulai dengan kata benda “tur”. Kata Benda: Kami melakukan tur ke kastil. “Tur” berarti perjalanan untuk tamasya.

“Tur” juga bisa menjadi kata kerja. Kata Kerja: Band ini akan melakukan tur keliling negara. Di sini “tur” berarti berkeliling untuk tampil atau bertamasya.

Berikutnya adalah kata benda “turis”. Kata Benda: Turis itu mengambil banyak foto Menara Eiffel. “Turis” berarti seseorang yang bepergian untuk kesenangan.

Kemudian kata benda “pariwisata”. Kata Benda: Pariwisata baik untuk perekonomian lokal. “Pariwisata” berarti bisnis yang menyediakan layanan kepada turis.

Terakhir kata sifat “turistik”. Kata Sifat: Kota ini sangat turistik di musim panas. “Turistik” berarti penuh dengan turis atau dirancang untuk turis. Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata keterangan yang umum.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan Menjadi Kualitas Kata Yunani “tornos” berarti lingkaran atau alat. Dari bahasa Latin “tornus” datanglah “tur” yang berarti perjalanan melingkar. Dari akar ini, kami membangun sebuah keluarga tentang perjalanan. “Tur” mempertahankan makna kata benda dan kata kerja utama. Menambahkan -is membuat “turis” (orangnya). Menambahkan -isme membuat “pariwisata” (kegiatan/industri). Menambahkan -istik membuat “turistik” (terkait dengan turis). Anak-anak dapat melihat pola yang sama dalam keluarga lain. Misalnya “seni, seniman, artisme (jarang), artistik”. Mempelajari akhiran -is dan -isme membantu anak-anak berbicara tentang pekerjaan dan kegiatan.

Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Perhatikan dengan cermat peran masing-masing kata. “Tur” bisa menjadi kata benda atau kata kerja. Contoh kata benda: Tur pabrik itu sangat menarik. Contoh kata kerja: Penyanyi itu akan melakukan tur Eropa tahun depan.

“Turis” adalah kata benda. Contoh: Seorang turis harus menghormati adat istiadat setempat.

“Pariwisata” adalah kata benda. Contoh: Pariwisata menciptakan lapangan kerja di hotel dan restoran.

“Turistik” adalah kata sifat. Contoh: Toko suvenir terasa terlalu turistik. Masing-masing bentuk memiliki peran yang jelas. Hanya “tur” yang memiliki dua peran.

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Kita dapat membuat kata keterangan dari “turistik”. Tambahkan -ly untuk mendapatkan “turistikly”. Contoh: Kota itu didekorasi secara turistik untuk festival. Tetapi “turistikly” jarang digunakan. Untuk pelajar muda, fokuslah pada kata benda dan kata sifat. Peringatan sederhana: “Tur adalah perjalanan. Turis adalah seseorang. Pariwisata adalah industrinya. Turistik menggambarkan tempat yang penuh dengan turis.”

Hati-hati dengan Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Tur” tidak memiliki huruf ganda. Tambahkan -is untuk membuat “turis”. Tur + is = turis (tidak ada perubahan). Tambahkan -isme untuk membuat “pariwisata”. Tur + isme = pariwisata (tidak ada perubahan). Tambahkan -istik untuk membuat “turistik”. Tur + istik = turistik (tidak ada perubahan). Kesalahan umum adalah menulis “tur” sebagai “touer” (tambahan e). Katakan “Tur memiliki ou seperti dalam four.” Kesalahan lainnya adalah “turis” dieja “turis” (benar) tetapi beberapa orang menulis “tourest” (seperti forest). Katakan “Turis diakhiri dengan is, seperti artist.” Kesalahan lainnya adalah “pariwisata” dieja “toursim” (huruf tertukar). Katakan “Pariwisata memiliki isme, seperti kapitalisme.” Kesalahan lainnya adalah “turistik” dieja “turistic” (kehilangan o). Katakan “Turistik memiliki tur, bukan tur.”

Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda. Bacalah masing-masing dengan lantang. Pilih kata yang benar dari keluarga tersebut.

Kami melakukan ______ museum seni. Jawaban: tur (kata benda)

______ mengambil gambar patung itu. Jawaban: turis (kata benda)

______ membawa uang ke banyak kota kecil. Jawaban: pariwisata (kata benda)

Pantai sangat ______ selama liburan musim panas. Jawaban: turistik (kata sifat)

Grup musik rock akan ______ di seluruh Amerika Serikat. Jawaban: tur (kata kerja)

Seorang ______ yang baik merencanakan ke depan dan mempelajari adat istiadat setempat. Jawaban: turis (kata benda)

______ membantu melestarikan situs bersejarah karena pengunjung membayar biaya. Jawaban: pariwisata (kata benda)

Kawasan tua telah menjadi terlalu ______ dengan semua toko suvenir. Jawaban: turistik (kata sifat)

Pemandu ______ kami menunjukkan kepada kami permata tersembunyi kota. Jawaban: tur (kata benda)

Banyak keluarga ______ ke taman nasional selama musim semi. Jawaban: tur (kata kerja)

Setelah latihan, tanyakan satu pertanyaan kepada anak Anda. Apakah kata ini adalah perjalanan, seorang pelancong, sebuah industri, atau deskripsi suatu tempat? Pertanyaan sederhana itu mengajarkan tata bahasa melalui perjalanan.

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Gunakan video liburan untuk mengajar “tur”. Katakan “Kami akan melakukan tur virtual ke Grand Canyon.”

Gunakan perjalanan untuk mengajar “turis”. Katakan “Ketika kita pergi ke pantai, kita adalah turis.”

Gunakan percakapan tentang pekerjaan untuk mengajar “pariwisata”. Katakan “Orang yang bekerja di hotel adalah bagian dari pariwisata.”

Gunakan pasar yang ramai untuk mengajar “turistik”. Katakan “Daerah ini sangat turistik. Banyak orang membeli suvenir di sini.”

Mainkan “isi bagian yang kosong” selama perjalanan mobil. Katakan “Mari kita lakukan ______ kebun binatang.” (tur) Katakan “Seorang ______ harus membawa kamera.” (turis) Katakan “______ membantu negara berbagi budaya mereka.” (pariwisata) Katakan “Alun-alun utama sangat ______.” (turistik)

Bacalah cerita tentang sebuah keluarga yang sedang berlibur. Tanyakan “Ke mana mereka tur?” Tanyakan “Apa yang dilihat turis?”

Ubah aktivitas menggambar menjadi pelajaran kata. Gambar jalur dengan pemberhentian. Beri label “tur”. Gambar seseorang dengan topi dan kamera. Beri label “turis”. Gambar sebuah hotel, restoran, dan toko suvenir. Beri label “pariwisata”. Gambar jalan yang ramai dengan bendera. Beri label “kawasan turistik”.

Ketika anak Anda melakukan kesalahan, tetap tenang. Jika mereka mengatakan “Mari kita tur kota,” katakan “Hampir. Mari kita tur kota. Turis adalah orangnya. Tur adalah aksinya.” Jika mereka mengatakan “Tempat pariwisata ramai,” katakan “Hampir. Tempat turistik ramai. Pariwisata adalah industrinya. Turistik menggambarkan tempat itu.” Tuliskan keempat kata itu di catatan tempel. Letakkan di peta dunia atau foto perjalanan. Setiap kali Anda merencanakan perjalanan, tunjuklah “tur” dan “turis”.

Ingatlah bahwa bepergian membuka pikiran. Gunakan kata-kata ini untuk membangun rasa ingin tahu. “Ketika Anda bepergian, Anda adalah seorang turis. Jadilah turis yang baik.” Segera anak Anda akan meminta untuk melakukan tur. Mereka akan tahu apa yang dilakukan seorang turis. Mereka akan mengerti mengapa pariwisata itu penting. Dan mereka akan dengan mudah menemukan tempat turistik. Itulah kekuatan petualang dari mempelajari satu keluarga kata kecil bersama-sama.