Hari yang panjang bisa membuat siapa saja lelah. Seorang anak yang lelah membutuhkan tidur siang. Kata-kata “lelah, lelah, melelahkan, membosankan, tak kenal lelah” semuanya berasal dari satu keluarga. Masing-masing kata berbicara tentang kehilangan energi atau menyebabkan kebosanan. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Mempelajari keluarga kata ini membantu anak-anak menggambarkan energi dan kesabaran mereka. Mari kita jelajahi kelima kata ini bersama-sama.
Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu gagasan inti dapat berkembang menjadi banyak bentuk kata. Maknanya tetap sama di intinya. Tetapi kata tersebut mengubah akhirnya untuk peran baru. Misalnya, “lelah” adalah kata kerja. “Lelah” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. “Melelahkan” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. “Membosankan” adalah kata sifat. “Tak kenal lelah” adalah kata sifat. Mengetahui kelima bentuk ini membantu seorang anak berbicara tentang tingkat energi.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya Kata ganti berubah dari “dia” menjadi “dia” atau “miliknya”. Keluarga kata kita berubah dengan menambahkan akhiran, bukan dengan mengubah orang. Pikirkan “lelah” sebagai tindakan inti kehilangan energi. “Lelah” mengubah tindakan itu menjadi perasaan. “Melelahkan” mengubah tindakan itu menjadi deskripsi tugas. “Membosankan” berarti membosankan atau menjengkelkan (menyebabkan kelelahan). “Tak kenal lelah” berarti penuh energi (tidak pernah lelah). Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan sederhana. Tindakan apa? Lelah. Bagaimana perasaan seseorang? Lelah. Apa yang menggambarkan aktivitas yang menguras tenaga? Melelahkan. Apa yang menggambarkan hal yang membosankan dan menjengkelkan? Membosankan. Apa yang menggambarkan seseorang yang penuh energi? Tak kenal lelah.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini memiliki kata kerja dan kata sifat. Mari kita mulai dengan kata kerja “lelah”. Kata Kerja: Jalan-jalan jauh membuatku lelah. “Lelah” berarti menjadi lelah atau kehilangan energi.
Berikutnya adalah kata sifat “lelah”. Kata Sifat: Dia lelah setelah penerbangan yang panjang. “Lelah” berarti merasakan kebutuhan untuk beristirahat. “Lelah” juga bisa menjadi bentuk kata kerja (lampau dari lelah). Kata Kerja (lampau): Permainan itu melelahkan para pemain.
Kemudian kata sifat “melelahkan”. Kata Sifat: Berlari maraton itu melelahkan. “Melelahkan” berarti menyebabkan kelelahan. “Melelahkan” juga bisa menjadi bentuk kata kerja (kata partisip sekarang).
Kemudian kata sifat “membosankan”. Kata Sifat: Pekerjaan rumah yang membosankan memakan waktu berjam-jam. “Membosankan” berarti membosankan atau menjengkelkan karena berlangsung terlalu lama.
Terakhir kata sifat “tak kenal lelah”. Kata Sifat: Pekerja yang tak kenal lelah tidak pernah mengeluh. “Tak kenal lelah” berarti memiliki energi tak terbatas. Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata benda atau kata keterangan. “Tanpa lelah” berasal dari “tak kenal lelah.”
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas Kata bahasa Inggris Kuno “teorian” berarti gagal atau lelah. Dari akar ini, kami membangun sebuah keluarga tentang hilangnya energi. “Lelah” mempertahankan arti kata kerja utama. Menambahkan -ed membuat “lelah” (merasa lelah). Menambahkan -ing membuat “melelahkan” (menyebabkan kelelahan). Menambahkan -some membuat “membosankan” (menyebabkan kebosanan/kelelahan). Menambahkan -less membuat “tak kenal lelah” (tanpa kelelahan). Anak-anak dapat melihat pola yang sama dalam keluarga lain. Misalnya, “bosan, bosan, membosankan, membosankan (jarang), tanpa bosan (jarang).”. Mempelajari akhiran -some dan -less membantu anak-anak menggambarkan tugas dan orang.
Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Perhatikan dengan cermat peran masing-masing kata. “Lelah” adalah kata kerja. Contoh: Perjalanan jauh akan membuatmu lelah.
“Lelah” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. Contoh kata sifat: Saya lelah. Contoh kata kerja: Olahraga itu melelahkan anjing itu.
“Melelahkan” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. Contoh kata sifat: Ini adalah pekerjaan yang melelahkan. Contoh kata kerja: Pendakian itu melelahkanku.
“Membosankan” adalah kata sifat. Contoh: Penundaan yang membosankan membuat semua orang kesal.
“Tak kenal lelah” adalah kata sifat. Contoh: Dia adalah sukarelawan yang tak kenal lelah. Masing-masing bentuk memiliki peran yang jelas.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Kita dapat membuat kata keterangan dari kata sifat ini. Tambahkan -ly ke “lelah” untuk membuat “dengan lelah” (jarang). Tambahkan -ly ke “melelahkan” untuk membuat “dengan melelahkan” (jarang). Tambahkan -ly ke “membosankan” untuk membuat “dengan membosankan”. Tambahkan -ly ke “tak kenal lelah” untuk membuat “tanpa lelah” (umum). Contoh: Dia bekerja tanpa lelah. Untuk pelajar muda, fokuslah pada “lelah, melelahkan, membosankan, tak kenal lelah” sebagai kata sifat. Peringatan sederhana: “Lelah adalah bagaimana perasaanmu. Melelahkan adalah bagaimana tugasnya. Membosankan itu membosankan. Tak kenal lelah memiliki banyak energi.”
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya) “Lelah” tidak memiliki huruf ganda. Tambahkan -ed untuk membuat “lelah”. Lelah → lelah (hilangkan e, tambahkan ed). Tambahkan -ing untuk membuat “melelahkan”. Lelah → melelahkan (hilangkan e, tambahkan ing). Tambahkan -some untuk membuat “membosankan”. Lelah + some = membosankan (pertahankan e? Tidak, hilangkan e? Membosankan tidak memiliki e? Lelah + some = membosankan. Hilangkan e? Ya. Lelah → tir + some = membosankan.) Tambahkan -less untuk membuat “tak kenal lelah”. Lelah + less = tak kenal lelah (pertahankan e? Tidak, hilangkan e. Lelah → tir + less = tak kenal lelah.) Kesalahan umum adalah menulis “lelah” sebagai “lelah” (benar) tetapi beberapa menulis “tierd” (salah). Katakan “Lelah memiliki i dan e. T-i-r-e-d.” Kesalahan lainnya adalah “melelahkan” dieja “tireing” (dengan e). Katakan “Melelahkan menghilangkan e.” Kesalahan lainnya adalah “membosankan” dieja “membosankan” (benar) tetapi beberapa menulis “tiresom” (kehilangan e). Katakan “Membosankan diakhiri dengan some.” Kesalahan lainnya adalah “tak kenal lelah” dieja “tak kenal lelah” (benar) tetapi beberapa menulis “tireles” (kehilangan s). Katakan “Tak kenal lelah memiliki -less.”
Mari Berlatih – Bisakah Kamu Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda. Bacalah masing-masing dengan lantang. Pilih kata yang benar dari keluarga tersebut.
Latihan yang panjang akan ______ para penari. Jawaban: lelah (kata kerja)
Saya merasa ______ setelah begadang. Jawaban: lelah (kata sifat)
Membersihkan seluruh rumah adalah pekerjaan yang ______. Jawaban: melelahkan (kata sifat)
Guru yang ______ memberi kami pekerjaan rumah setiap malam selama sebulan. Jawaban: membosankan (kata sifat)
Perawat yang ______ bekerja selama 24 jam tanpa istirahat. Jawaban: tak kenal lelah (kata sifat)
Permainan itu ______ para pemain pada akhirnya. Jawaban: lelah (kata kerja lampau)
Hari yang ______ di pantai membuat semua orang mengantuk. Jawaban: melelahkan (kata sifat)
Penantian yang lama di kantor dokter adalah ______. Jawaban: membosankan (kata sifat)
Seorang ibu yang ______ dapat mengasuh tiga anak. Jawaban: tak kenal lelah (kata sifat)
Berlari mendaki bukit akan ______ kakimu. Jawaban: lelah (kata kerja)
Setelah latihan, tanyakan satu pertanyaan kepada anak Anda. Apakah kata ini merupakan tindakan, perasaan, deskripsi yang menguras tenaga, deskripsi yang membosankan, atau deskripsi yang energik? Pertanyaan sederhana itu mengajarkan tata bahasa melalui manajemen energi.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Gunakan jalan-jalan jauh untuk mengajar “lelah”. Katakan “Jalan-jalan jauh dapat melelahkan kakimu.”
Gunakan waktu tidur untuk mengajar “lelah”. Katakan “Matamu terlihat lelah. Waktunya tidur.”
Gunakan pembersihan besar-besaran untuk mengajar “melelahkan”. Katakan “Membersihkan kamarmu itu melelahkan, tetapi kemudian selesai.”
Gunakan kartun yang panjang untuk mengajar “membosankan”. Katakan “Iklan yang sama diputar berulang-ulang. Itu menjadi membosankan.”
Gunakan orang yang membantu untuk mengajar “tak kenal lelah”. Katakan “Nenek adalah tukang kebun yang tak kenal lelah. Dia bekerja sepanjang hari.”
Mainkan “isi bagian yang kosong” saat berkendara. Katakan “Bermain di luar akan ______ kamu.” (lelah) Katakan “Apakah kamu ______? Mari kita istirahat.” (lelah) Katakan “Belajar selama berjam-jam itu ______.” (melelahkan) Katakan “Pengulangan lagu yang ______ membuatku bosan.” (membosankan) Katakan “Seorang sukarelawan yang ______ bekerja sepanjang akhir pekan.” (tak kenal lelah)
Bacalah cerita tentang pahlawan atau pekerja keras. Tanyakan “Apakah karakternya lelah atau tak kenal lelah?” Tanyakan “Tugas melelahkan apa yang mereka lakukan?”
Ubah aktivitas menggambar menjadi pelajaran kata. Gambar seseorang yang menguap. Beri label “lelah”. Gambar seseorang di tempat tidur. Beri label “lelah”. Gambar seseorang membersihkan tumpukan mainan yang sangat besar. Beri label “pekerjaan yang melelahkan”. Gambar seseorang menonton video berulang. Beri label “membosankan”. Gambar seseorang berlari dan tersenyum. Beri label “energi tak kenal lelah”.
Saat anak Anda melakukan kesalahan, tetap tenang. Jika mereka mengatakan “Saya lelah,” katakan “Hampir. Saya lelah. Lelah adalah kata kerjanya. Lelah adalah bagaimana perasaanmu.” Jika mereka mengatakan “Permainan ini lelah,” katakan “Hampir. Permainan ini melelahkan. Lelah untuk orang. Melelahkan untuk tugas.” Tuliskan kelima kata itu di catatan tempel. Letakkan di lemari es atau area istirahat. Setiap kali Anda istirahat, tunjuklah “lelah”.
Ingatlah bahwa istirahat itu penting. Gunakan kata-kata ini untuk mengajarkan keseimbangan. “Tidak apa-apa untuk merasa lelah. Istirahat membantumu menjadi tak kenal lelah lagi.” Segera anak Anda akan tahu kapan mereka lelah. Mereka akan berkata “Saya lelah” sebelum menyerah. Mereka akan menyebutkan tugas yang melelahkan dengan jujur. Mereka akan menyebut penantian yang membosankan itu membosankan. Dan mereka akan mengagumi pekerja yang tak kenal lelah. Itulah kekuatan energi dari mempelajari satu keluarga kata kecil bersama-sama.

