Apa Arti “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu kata dasar dapat tumbuh menjadi tiga bentuk yang saling berhubungan. “Argue, argument, argumentative” memiliki satu arti yang sama. Arti tersebut adalah “tidak setuju menggunakan alasan atau kata-kata.” Masing-masing bentuk memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Satu kata menunjukkan suatu tindakan. Satu kata menyebutkan suatu perselisihan. Satu kata menggambarkan seseorang atau nada bicara. Mempelajari ketiga bentuk ini membangun keterampilan komunikasi yang sehat.
Kata Ganti Orang Pribadi Mengubah Bentuknya Aturan ini berlaku untuk kata ganti seperti “they, them, their.” Tetapi keluarga kata bekerja dengan cara yang sama untuk kata-kata lain. “Argue” adalah kata kerja. “Argument” adalah kata benda. “Argumentative” adalah kata sifat. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan yang berbeda. Tindakan apa? Argue. Hal atau perselisihan apa? Argument. Orang atau perilaku seperti apa? Argumentative.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini dimulai dengan kata kerja “argue.” You argue about which game to play. ⟦PRESERVE_1⟧ You argue for more time on the tablet. ⟦PRESERVE_2⟧ Dari “argue,” kita membuat kata benda “argument.” “Argument” menyebutkan perselisihan atau alasan yang diberikan. Contoh: “Mereka berdebat tentang aturan.” Dari “argue,” kita juga membuat kata sifat “argumentative.” “Argumentative” menggambarkan seseorang yang sering berdebat. Contoh: “Dia menjadi argumentative ketika dia lelah.” Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata keterangan yang umum.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas Pikirkan dua saudara kandung yang memilih acara TV. Mereka “argue” tentang apa yang akan ditonton. Itulah kata kerjanya. Perdebatan bolak-balik adalah sebuah “argument.” Itulah kata bendanya. Salah satu saudara kandung yang selalu bertengkar adalah “argumentative.” Itulah kata sifatnya. Arti dasarnya tetap “tidak setuju dengan kata-kata.” Perannya berubah dengan setiap kalimat. Tidak semua argument itu buruk. Kadang-kadang berdebat berarti berbagi ide yang berbeda.
Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? “Argue” selalu merupakan kata kerja. Itu menunjukkan tindakan tidak setuju atau memberikan alasan. Contoh: “Tolong jangan argue tentang camilan.” “Argument” selalu merupakan kata benda. Itu menyebutkan perselisihan atau serangkaian alasan. Contoh: “Itu adalah argument yang kuat untuk pergi ke taman.” “Argumentative” selalu merupakan kata sifat. Itu menggambarkan seseorang atau nada bicara. Contoh: “Suaranya yang argumentative memenuhi ruangan.” Satu keluarga. Peran yang berbeda. Tidak ada bentuk kata keterangan yang ada dalam penggunaan umum.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Keluarga ini tidak memiliki kata keterangan yang umum. Anda bisa mengatakan “argumentatively,” tetapi itu jarang terjadi. Tidak apa-apa. Banyak keluarga kata memiliki celah. Bagian yang penting adalah mempelajari tiga bentuk utama. Mereka mencakup tindakan, hal, dan deskripsi. Aturan -ly berlaku untuk keluarga kata lain sebagai gantinya. Fokus pada “argue,” “argument,” dan “argumentative” untuk saat ini.
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Argue” tidak memiliki huruf ganda. Tetapi itu diakhiri dengan “e” yang tidak bersuara. Ketika kita menambahkan “-ment,” kita menghilangkan “e.” Argue – hilangkan “e” – tambahkan ment – argument. Perhatikan: argument tidak memiliki “e” setelah “u.” Itu adalah kesalahan umum. Orang sering menulis “arguement” dengan “e.” Ejaan yang benar adalah “argument” (tanpa “e”). Ketika kita menambahkan “-ative,” kita juga menghilangkan “e.” Argue – hilangkan “e” – tambahkan ative – argumentative. Kesalahan umum adalah menulis “argumentative” dengan “e” (arguementative). Ejaan yang benar tidak memiliki “e” setelah “u.” Kesalahan lain adalah menulis “argue” dengan satu “r” (ague). Ejaan yang benar adalah “argue” dengan “ar” di awal.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda. Isi bagian yang kosong dengan argue, argument, atau argumentative. Tolong jangan _______ tentang siapa yang pergi lebih dulu. Mereka memiliki _______ yang keras tentang mainan yang rusak. Adik laki-laki saya menjadi _______ ketika dia melewatkan tidur siangnya. Tidak apa-apa untuk _______ dengan hormat tanpa berteriak. Itu adalah _______ yang lemah untuk begadang. Nada _______nya membuat percakapan menjadi sulit. Jangan _______ tentang hal sekecil itu. Kedua teman itu mengakhiri _______ mereka dengan jabat tangan.
Jawaban:
argue
argument
argumentative
argue
argument
argumentative
argue
argument
Jelaskan setiap jawaban secara perlahan. Tanyakan kepada anak Anda mengapa kata itu cocok. Puji usaha dan jawaban yang jujur. Jaga agar latihan tetap singkat dan tenang.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Anda dapat mengajarkan “argue, argument, argumentative” melalui kehidupan sehari-hari. Gunakan role-play, cerita, dan percakapan yang tenang.
Di rumah, sebutkan apa yang Anda lihat. Katakan “Kamu tidak berdebat. Kamu menjelaskan ide kamu.” Ini mengajarkan perbedaan antara bertengkar dan berbagi alasan.
Saat bermain, pura-pura dua mainan tidak setuju. Beruang berkata “Saya mau bola merah.” Kelinci berkata “Saya juga mau bola merah.” Katakan “Mereka sedang berdebat.” Tanyakan “Bagaimana mereka bisa menyelesaikan perdebatan mereka?”
Saat membaca buku, temukan perselisihan. Katakan “Karakter berdebat di bagian ini.” Tanyakan “Apa yang mereka perdebatkan?”
Saat makan malam, bicarakan tentang aturan kecil. Katakan “Beberapa orang argumentative tentang waktu tidur.” Tanyakan “Apa arti argumentative?”
Mainkan permainan “tenang atau tidak.” Ucapkan sebuah kalimat. Biarkan anak Anda mengatakan “argue,” “argument,” atau “argumentative.” “Saya pikir pizza lebih enak dari pasta.” – Anak mengatakan “argue.” “Itu adalah pertengkaran yang keras.” – Anak mengatakan “argument.” “Dia selalu mengatakan tidak untuk segalanya.” – Anak mengatakan “argumentative.”
Gambar poster tiga bagian. Tulis “argue” dengan gambar dua orang yang sedang berbicara. Tulis “argument” dengan gambar gelembung bicara dengan zig-zag. Tulis “argumentative” dengan gambar wajah cemberut. Gantung di dinding.
Gunakan permainan “ubah nada bicara.” Ucapkan kalimat argumentative dengan nada bicara yang jahat. Kemudian ucapkan kalimat yang sama dengan nada bicara yang tenang. Tanyakan “Nada bicara mana yang membantu menyelesaikan perdebatan?”
Jaga setiap sesi di bawah lima menit. Ulangi permainan di hari yang berbeda. Anak-anak belajar melalui latihan komunikasi yang menyenangkan.
Saat anak Anda melakukan kesalahan, tersenyumlah. Katakan “Usaha yang bagus. Biarkan saya tunjukkan lagi.” Gunakan kata yang benar dalam kalimat sederhana. Kemudian lanjutkan.
Tidak perlu latihan tata bahasa. Tidak perlu ujian. Hanya contoh yang hangat dan pembicaraan lembut tentang perselisihan setiap hari. Segera anak Anda akan menguasai “argue, argument, argumentative.” Keterampilan itu akan membantu mereka berbagi ide yang berbeda tanpa bertengkar.
















