Apa yang Membuat Satu Hal Menyebabkan Hal Lain, Menunjukkan Hubungan Kausal, Membuktikan Kausalitas, atau Telah Menyebabkannya?

Apa yang Membuat Satu Hal Menyebabkan Hal Lain, Menunjukkan Hubungan Kausal, Membuktikan Kausalitas, atau Telah Menyebabkannya?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Anda menjatuhkan gelas. Gelas itu pecah. Satu hal menyebabkan hal lain.

Itu adalah sebab. Hari ini kita belajar empat kata.

“Sebab,” “kausal,” “kausalitas,” dan “disebabkan.”

Masing-masing kata berbagi gagasan tentang satu peristiwa yang membuat peristiwa lain terjadi. Masing-masing melakukan pekerjaan yang berbeda.

Orang tua dan anak-anak dapat mempelajari kata-kata ini bersama-sama. Mereka membantu dalam sains dan berpikir.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?

Satu gagasan mengambil bentuk yang berbeda. Gagasan di sini adalah bahwa satu hal membuat hal lain terjadi.

“Sebab” adalah kata kerja. “Hujan dapat menyebabkan banjir.” Tindakan.

“Sebab” juga merupakan kata benda. “Penyebab kebakaran adalah lilin.” Alasan.

“Kausal” adalah kata sifat. “Hubungan kausal menghubungkan merokok dengan penyakit paru-paru.” Menggambarkan.

“Kausalitas” adalah kata benda. “Membuktikan kausalitas sulit dalam sains.” Konsep.

“Disebabkan” adalah kata kerja bentuk lampau. “Badai menyebabkan pemadaman listrik.” Tindakan di masa lalu.

Akar yang sama. Akhiran yang berbeda. Pekerjaan yang berbeda. Hubungan tetap sama.

Kata Ganti Pribadi Mengubah Bentuknya

Kata ganti berubah untuk tata bahasa. “Saya” menjadi “saya.” “Itu” menjadi “mereka.”

Kata-kata kita berubah untuk peran dan waktu. “Susu yang tumpah menyebabkan kekacauan.” Sekarang.

“Rantai kausal menghubungkan peristiwa.” Menggambarkan. “Kausalitas membutuhkan bukti.” Konsep.

“Kebocoran menyebabkan lantai melengkung.” Lampau.

Kata ganti membantu kita berbicara lebih cepat. Keluarga kata membantu kita berpikir tentang mengapa sesuatu terjadi.

Ketika anak-anak mengetahui empat kata ini, mereka memahami sains dengan lebih baik.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata

“Sebab” berfungsi sebagai kata kerja. “Kurang tidur dapat menyebabkan suasana hati yang buruk.” Tindakan.

“Sebab” juga berfungsi sebagai kata benda. “Apa penyebab kebisingan itu?” Alasan.

“Kausal” adalah kata sifat. “Faktor kausalnya adalah kurangnya air.” Menggambarkan.

“Kausalitas” adalah kata benda. “Kausalitas tidak sama dengan korelasi.” Konsep.

“Disebabkan” adalah kata kerja bentuk lampau. “Gempa bumi menyebabkan tsunami.” Tindakan selesai.

Kita tidak memiliki kata keterangan yang umum. “Secara kausal” ada dari “kausal.” “Terkait secara kausal” berarti terhubung oleh sebab.

Tetapi untuk anak-anak, lewati kata keterangan. Fokus pada kata-kata utama.

Lima anggota. Sangat penting untuk kelas sains.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas

Akar “sebab” berasal dari bahasa Latin “causa.” Itu berarti alasan, motif, atau sumber.

Orang Romawi Kuno bertanya “Causa?” yang berarti “Apa alasannya?”

Dari akar itu, kita menambahkan “-al” untuk membuat kata sifat. “Kausal” berarti berkaitan dengan suatu sebab.

Kita menambahkan “-tion” untuk membuat kata benda. “Kausalitas” berarti proses menyebabkan.

Kita menambahkan “-ed” untuk bentuk lampau. “Disebabkan” berarti penyebabnya sudah terjadi.

Bantu anak Anda melihat pola ini. Sebab adalah tindakan atau alasan. Kausal menggambarkan hubungan. Kausalitas adalah idenya. Disebabkan adalah masa lalu.

Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?

Lihatlah “sebab” dalam sebuah kalimat. Tanyakan: Apakah itu sebuah tindakan? Atau apakah itu sebuah alasan?

“Panas dapat menyebabkan es mencair.” Tindakan. Kata kerja.

“Penyebab masalahnya adalah kabel yang longgar.” Alasan. Kata benda.

Kata yang sama. Dua pekerjaan. Konteks memberi tahu Anda.

Sekarang lihatlah “kausal.” Selalu kata sifat. “Ada hubungan kausal antara belajar dan nilai.”

“Kausalitas” selalu kata benda. “Ilmuwan mempelajari kausalitas dalam percobaan.”

“Disebabkan” selalu kata kerja bentuk lampau. “Suara keras menyebabkan bayi menangis.”

Ajarkan anak-anak untuk melihat akhiran kata. “-al” berarti kata sifat. “-tion” berarti kata benda. “-ed” berarti lampau.

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?

Kita menambahkan “-ly” ke “kausal” untuk membuat “secara kausal.” Ini adalah kata keterangan.

“Kedua peristiwa itu berhubungan secara kausal.” Berarti yang satu menyebabkan yang lain.

Kita tidak menambahkan “-ly” ke “sebab” atau “kausalitas.” “Secara kausal” adalah satu-satunya kata keterangan umum di sini.

Untuk anak-anak, “secara kausal” itu canggih. Tetaplah pada “sebab,” “kausal,” “kausalitas,” dan “disebabkan.”

Itu sudah cukup untuk sains dasar.

Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)

Ejaan di sini memiliki satu perubahan kecil. “e” terakhir dihilangkan sebelum menambahkan “-al” dan “-tion.”

“Sebab” menghilangkan “e” untuk “kausal.” Caus + al = kausal.

“Sebab” menghilangkan “e” untuk “kausalitas.” Caus + ation = kausalitas. (Tambahkan “ation,” bukan hanya “tion.”)

Untuk “disebabkan,” pertahankan “e” sebelum menambahkan “-ed” dalam ejaan modern? Tidak. Hilangkan “e.” Caus + ed = disebabkan.

Ya. Hilangkan “e” untuk semua akhiran. Sebab → caus. Kemudian tambahkan akhiran.

Caus + al = kausal. Caus + ation = kausalitas. Caus + ed = disebabkan.

Tidak ada huruf ganda. Tidak ada y ke i. Hanya aturan “e” yang tidak bersuara.

Latih ini dengan anak Anda. Tulis “sebab.” Coret “e.” Tambahkan “al.” Anda mendapatkan “kausal.”

Sangat teratur. Sangat bersih.

Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?

Coba kalimat-kalimat ini. Isilah bagian yang kosong dengan sebab, kausal, kausalitas, atau disebabkan.

Terlalu banyak gula dapat _____ sakit perut. (kata kerja tindakan)

_____ kebakaran adalah kabel yang rusak. (kata benda, alasan)

Para ilmuwan mencari hubungan _____ antara dua hal. (kata sifat)

Membuktikan _____ lebih sulit daripada menemukan korelasi. (kata benda, konsep) Hujan deras _____ banjir di ruang bawah tanah. (kata kerja bentuk lampau)

Apa _____ anak anjing itu menggonggong sepanjang malam? (kata kerja bentuk lampau)

Faktor _____ dalam kecelakaan itu adalah lantai yang licin. (kata sifat)

Merokok adalah _____ utama penyakit paru-paru. (kata benda, alasan)

Jawaban: 1 sebab, 2 sebab, 3 kausal, 4 kausalitas, 5 disebabkan, 6 disebabkan, 7 kausal, 8 sebab.

Nomor 1 menggunakan “sebab” sebagai kata kerja. Nomor 2 dan 8 menggunakan “sebab” sebagai kata benda.

Ejaan yang sama. Pekerjaan yang berbeda. Kalimat memberi tahu Anda maknanya.

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan

Gunakan contoh sederhana. “Mendorong gelas menyebabkannya jatuh.”

Sebutkan penyebabnya. “Apa penyebabnya?” “Kamu mendorongnya.”

Bicaralah tentang rantai kausal. “Karena kamu mendorongnya, ia jatuh. Karena jatuh, ia pecah.”

Gunakan balok. Jatuhkan satu. “Balok ini menyebabkan yang berikutnya jatuh.”

Baca buku sains. Banyak percobaan menunjukkan kausalitas.

Mainkan game. Anda menyebutkan sebuah efek. Anak Anda menyebutkan kemungkinan penyebabnya.

“Lantai basah.” “Seseorang menumpahkan air.”

Jangan khawatir tentang korelasi vs kausalitas untuk anak-anak kecil. Ajarkan saja bahwa penyebab membuat sesuatu terjadi.

Rayakan ketika anak Anda menggunakan “kausal.” Itu adalah kata orang dewasa.

Jelaskan bahwa “kausalitas” adalah gagasan sebab dan akibat. “Ketika A membuat B terjadi, itu adalah kausalitas.”

Gambar sebuah gambar. Panah dari matahari ke es yang mencair. “Matahari menyebabkan pencairan.”

Besok Anda akan melihat banyak sebab dan akibat. Hujan menyebabkan genangan air. Panas menyebabkan keringat. Kebaikan menyebabkan senyuman.

Anak Anda mungkin berkata “Kamu membuatku tertawa.” Anda akan merasa bahagia.

Teruslah bertanya “Apa yang menyebabkan itu?” Teruslah menyebutkan penyebabnya. Teruslah mencari hubungan kausal. Teruslah berbicara tentang kausalitas. Teruslah memperhatikan apa yang menyebabkan sesuatu.

Anak Anda akan berkembang dalam bahasa dan dalam pemikiran ilmiah. Keduanya adalah alat yang ampuh.