Kehidupan berjalan cepat. Anak-anak seringkali membutuhkan orang lain untuk memperlambat. Dua frasa umum digunakan untuk meminta jeda: “Tunggu sebentar” dan “Tunggu sebentar lagi.” Keduanya meminta seseorang untuk berhenti sejenak. Keduanya meminta waktu sejenak. Tetapi keduanya menyampaikan nada yang berbeda. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Meminta seseorang untuk menunggu membutuhkan keterampilan. Kata-kata yang tepat menjaga persahabatan tetap bahagia. Mari kita jelajahi dua jeda yang sopan ini.
Apa Arti Ungkapan Ini? “Tunggu sebentar” berarti “Silakan berhenti sebentar.” Kata “menit” berarti 60 detik. Tetapi di sini berarti sesaat. Anda perlu orang tersebut untuk berhenti sejenak.
Untuk seorang anak, bayangkan lampu lalu lintas berubah menjadi kuning. “Tunggu sebentar” mengatakan “Perlambat. Saya butuh waktu sejenak sebelum kita pergi.”
“Tunggu sebentar lagi” berarti “Silakan tetap di tempat Anda.” Kata “tahan” berarti tetap atau menggenggam. “Detik” berarti waktu yang sangat singkat. Bahkan lebih singkat dari satu menit.
Untuk seorang anak, bayangkan memegang pagar di bus yang bergelombang. “Tunggu sebentar lagi” mengatakan “Tetaplah bersamaku. Jangan pergi dulu. Saya akan sangat cepat.” Kedua frasa meminta jeda. Keduanya menunjukkan Anda membutuhkan waktu. Keduanya tampak serupa karena orang menggunakannya saat sibuk atau terburu-buru. Namun yang satu terdengar lebih sabar. Yang lainnya terdengar lebih mendesak.
Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah urgensi. “Tunggu sebentar” terdengar lebih sabar. Anda meminta dengan baik. Anda tidak sedang terburu-buru.
“Tunggu sebentar lagi” terdengar lebih mendesak. Rasanya seperti “Berhenti sekarang juga. Ini cepat.” Seringkali membawa lebih banyak energi.
Perbedaan lainnya adalah formalitas. “Tunggu sebentar” cocok di sebagian besar pengaturan. Sekolah. Rumah. Sebuah toko. Anda dapat mengatakannya kepada seorang guru atau teman.
“Tunggu sebentar lagi” terasa lebih santai. Teman-teman menggunakannya. Keluarga menggunakannya. Tetapi dalam pengaturan yang sangat formal, “silakan tunggu sebentar” terdengar lebih baik.
Satu lagi perbedaan adalah perkiraan lamanya waktu. “Tunggu sebentar” menunjukkan jeda yang sedikit lebih lama. Mungkin 20 atau 30 detik. “Tunggu sebentar lagi” menunjukkan jeda yang sangat singkat. Hanya beberapa detik.
Juga, “tunggu sebentar lagi” dapat berarti “jangan menutup telepon.” Anda mengatakannya saat menelepon. “Tunggu sebentar” juga berfungsi, tetapi “tunggu” lebih umum untuk telepon.
Ajarkan anak-anak bahwa kedua frasa meminta kesabaran. Yang satu meminta dengan lembut. Yang satu meminta dengan cepat.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Tunggu sebentar” saat Anda membutuhkan sedikit waktu. Anda sedang mengikat tali sepatu Anda. Seorang teman menunggu. Katakan “Tunggu sebentar.” Anda sedang mencari buku di tas Anda. Katakan “Tunggu sebentar.”
Gunakan “Tunggu sebentar” dengan orang dewasa. Seorang guru mengajukan pertanyaan. Anda perlu berpikir. Katakan “Tunggu sebentar, silakan.” Ini menunjukkan rasa hormat.
Gunakan “Tunggu sebentar” di rumah. Orang tua memanggil Anda untuk makan malam. Anda sedang menyelesaikan gambar. Katakan “Tunggu sebentar, silakan.”
Gunakan “Tunggu sebentar lagi” saat Anda membutuhkan jeda yang sangat singkat. Telepon Anda berdering. Anda berkata “Tunggu sebentar lagi” kepada seorang teman. Anda menjatuhkan pensil. Anda berkata “Tunggu sebentar lagi” saat Anda mengambilnya.
Gunakan “Tunggu sebentar lagi” di telepon. Anda mendengar panggilan lain. Katakan “Tunggu sebentar lagi.” Anda perlu menemukan sesuatu. Katakan “Tunggu sebentar lagi saat saya mencari.”
Gunakan “Tunggu sebentar lagi” dengan teman dekat. Anda sedang berjalan bersama. Anda melihat sesuatu yang lucu. Katakan “Tunggu sebentar lagi. Lihat itu.” Rasanya alami dan ramah.
Orang tua dapat mencontoh keduanya. Katakan “tunggu sebentar” saat Anda membutuhkan jeda yang nyata. Katakan “tunggu sebentar lagi” untuk jeda kecil dan cepat. Anak-anak mempelajari nuansa masing-masing.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.
Tunggu sebentar:
Tunggu sebentar. Saya perlu mengikat tali sepatu saya.
Tunggu sebentar. Saya belum siap.
Tunggu sebentar, silakan. Saya lupa botol minum saya.
Tunggu sebentar. Biarkan saya memikirkan jawabannya.
Tunggu sebentar. Saya ingin mengucapkan selamat tinggal pada anjing itu.
Tunggu sebentar lagi:
Tunggu sebentar lagi. Saya menjatuhkan krayon saya.
Tunggu sebentar lagi. Saya punya ide.
Tunggu sebentar lagi. Apakah Anda mendengar suara itu?
Tunggu sebentar lagi saat saya membuka pintu.
Tunggu sebentar lagi. Saya akan mengambil jaket saya.
Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “tunggu sebentar” terasa lebih tenang. Perhatikan bagaimana “tunggu sebentar lagi” terasa lebih cepat dan energik. Latihlah keduanya dengan suara yang baik.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak seringkali salah menggunakan frasa ini. Berikut adalah kesalahan umum.
Kesalahan 1: Mengatakan “tunggu sebentar” dan kemudian membutuhkan waktu lima menit. Satu menit itu singkat. Jika Anda membutuhkan waktu lebih lama, orang akan merasa frustrasi. Benar: Katakan “Tunggu beberapa menit” atau “Beri saya sedikit waktu.” Jujurlah.
Kesalahan 2: Mengatakan “tunggu sebentar lagi” dan kemudian membutuhkan waktu yang lama. Satu detik adalah satu detik. Jika Anda membutuhkan waktu tiga puluh detik, Anda melanggar janji Anda. Benar: Gunakan “tunggu sebentar lagi” hanya untuk jeda yang benar-benar cepat.
Kesalahan 3: Menggunakan suara yang kasar. Membentak “Tunggu sebentar!” terdengar marah. Berteriak “Tunggu!” terdengar memerintah. Benar: Tambahkan “silakan.” Gunakan suara yang tenang. Tersenyumlah jika bisa.
Kesalahan 4: Menggunakan frasa ini untuk mengabaikan seseorang. Seorang anak berkata “Tunggu sebentar” tetapi tidak pernah kembali. Itu terasa tidak sopan. Benar: Hanya minta seseorang untuk menunggu jika Anda akan segera kembali.
Kesalahan 5: Lupa mengucapkan terima kasih. Setelah seseorang menunggu, katakan “Terima kasih sudah menunggu.” Ini menunjukkan sopan santun. Benar: Selalu berterima kasih kepada orang yang sabar. “Maaf atas penundaannya. Terima kasih.”
Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.
Tip memori 1: Pikirkan tentang kura-kura dan kelinci. “Tunggu sebentar” adalah kura-kura. Lambat dan sabar. “Tunggu sebentar lagi” adalah kelinci. Cepat dan energik.
Tip memori 2: Gunakan jari Anda. Angkat satu jari untuk “tunggu sebentar” (satu menit). Angkat dua jari untuk “tunggu sebentar lagi” (dua detik? Tidak, jumlahnya tidak masalah. Cukup goyangkan jari Anda dengan cepat untuk menunjukkan kecepatan).
Tip memori 3: Pikirkan tentang lamanya waktu. Jeda lebih lama = “tunggu sebentar.” Jeda lebih pendek = “tunggu sebentar lagi.”
Tip memori 4: Gambarlah jam. Pada jam, gambarlah panah panjang untuk “tunggu sebentar.” Gambar panah yang sangat pendek untuk “tunggu sebentar lagi.”
Tip memori 5: Hubungkan ke kata “tahan.” “Tahan” berarti menggenggam sesuatu. Anda menggenggam telepon. Anda menggenggam momen itu. Rasanya lebih ketat dan lebih cepat. “Tunggu” terasa lebih longgar dan lebih tenang.
Latihlah tips ini selama waktu tunggu harian. Di toko. Di rumah. Saat berjalan-jalan.
Waktu Latihan Cepat Cobalah latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.
Latihan 1: Pilih frasa terbaik.
Anda sedang berjalan-jalan dengan seorang teman. Anda perlu mengikat tali sepatu Anda. Ini akan memakan waktu sepuluh detik. Apakah Anda mengatakan: a) Tunggu sebentar b) Tunggu sebentar lagi
Anda sedang menelepon Nenek. Anda mendengar bel pintu. Anda akan segera kembali. Apakah Anda mengatakan: a) Tunggu sebentar b) Tunggu sebentar lagi
Anda sedang mengerjakan teka-teki. Ibu Anda meminta Anda untuk makan. Anda membutuhkan waktu tiga puluh detik untuk menyelesaikan satu bagian. Apakah Anda mengatakan: a) Tunggu sebentar b) Tunggu sebentar lagi
Jawaban: 1(b — sepuluh detik sangat singkat), 2(b — umum pada panggilan telepon), 3(a — tiga puluh detik lebih dekat ke satu menit)
Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.
“__________. Saya perlu menemukan buku perpustakaan saya di ransel saya.” (tenang, sedikit lebih lama)
“__________. Saya hanya perlu merapatkan mantel saya.” (sangat cepat)
Jawaban: 1. Tunggu sebentar, 2. Tunggu sebentar lagi
Bonus: Mainkan permainan “Pengatur Waktu Tunggu”. Satu orang meminta orang lain untuk menunggu. Orang yang menunggu menghitung detik. Penanya mengatakan “tunggu sebentar” atau “tunggu sebentar lagi.” Lihat apakah waktunya sesuai dengan frasa tersebut. Bicaralah tentang apa yang terasa adil.
Ringkasan Gunakan “tunggu sebentar” untuk jeda yang tenang dan sedikit lebih lama. Gunakan “tunggu sebentar lagi” untuk jeda yang sangat cepat dan energik. Keduanya membutuhkan suara yang baik dan “silakan.” Keduanya bekerja lebih baik saat Anda mengucapkan “terima kasih” setelahnya. Kesabaran adalah hadiah. Berikan dengan lembut.
















