Tidak semua pengalaman membawa kegembiraan. Anak-anak menghadapi hal-hal yang tidak mereka sukai. Rasa yang tidak enak. Permainan yang membosankan. Baju yang gatal. Dua frasa umum mengungkapkan rasa tidak suka. “Saya tidak suka itu” dan “Saya benci itu.” Keduanya berarti “Ini membuat saya merasa tidak enak.” Tetapi yang satu jauh lebih kuat. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Berbagi perasaan negatif membutuhkan perhatian. Kata-kata yang tepat mengungkapkan kebenaran Anda tanpa menyakiti orang lain. Mari kita jelajahi dua ungkapan jujur ini.
Apa Arti Ungkapan Ini? “Saya tidak suka itu” berarti “Ini tidak memberi saya kesenangan.” Anda lebih suka sesuatu yang lain. Perasaannya ringan hingga sedang.
Untuk seorang anak, pikirkan hari yang berawan. “Saya tidak suka itu” mengatakan “Ini tidak menyenangkan. Saya akan memilih sesuatu yang berbeda.”
“Saya benci itu” berarti “Ini membuat saya merasa sangat tidak enak.” Perasaannya kuat. Bahkan mungkin membuat Anda marah atau sedih.
Untuk seorang anak, pikirkan badai petir dengan suara gemuruh yang keras. “Saya benci itu” mengatakan “Ini mengerikan. Saya ingin ini berhenti sekarang.” Kedua frasa mengungkapkan rasa tidak suka. Keduanya mengatakan “Tidak, terima kasih.” Keduanya tampak serupa karena orang-orang menggunakan keduanya ketika tidak bahagia. Namun yang satu adalah keluhan. Yang lainnya adalah protes yang kuat.
Apa Perbedaannya? Perbedaan utamanya adalah kekuatan. “Saya tidak suka itu” adalah rasa tidak suka yang ringan. Anda dapat mentolerir hal itu untuk waktu yang singkat. Anda hanya lebih suka tidak melakukannya.
“Saya benci itu” adalah rasa tidak suka yang kuat. Anda tidak dapat mentolerirnya. Anda ingin itu hilang. Perasaan itu memenuhi diri Anda.
Perbedaan lainnya adalah dampaknya pada orang lain. “Saya tidak suka itu” terdengar jujur tetapi sopan. Orang-orang mendengarkan. Mereka dapat membantu Anda menemukan solusi.
“Saya benci itu” dapat menyakiti perasaan. Kedengarannya marah. Orang-orang mungkin merasa diserang atau sedih.
Satu lagi perbedaannya adalah frekuensi. Anda dapat mengatakan “Saya tidak suka itu” berkali-kali dalam sehari. Untuk hal-hal kecil. “Saya benci itu” harus jarang. Simpan untuk saat-saat yang sangat buruk.
Juga, “benci” adalah kata yang sangat kuat dalam bahasa Inggris. Beberapa keluarga tidak mengizinkan anak-anak untuk mengatakannya sama sekali. Yang lain mengizinkannya hanya untuk situasi ekstrem.
Ajarkan anak-anak bahwa rasa tidak suka itu normal. Tetapi kata-kata yang kuat membutuhkan alasan yang kuat.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Saya tidak suka itu” untuk makanan yang Anda coba tetapi tidak Anda nikmati. Sayuran baru. Gigitlah. Katakan “Saya tidak suka itu.”
Gunakan “Saya tidak suka itu” untuk kegiatan yang membosankan Anda. Permainan yang terlalu lambat. Katakan “Saya tidak suka permainan ini. Bisakah kita bermain yang lain?”
Gunakan “Saya tidak suka itu” untuk ketidaknyamanan kecil. Label yang gatal. Kursi yang terlalu keras. Lagu yang sedikit mengganggu Anda.
Gunakan “Saya benci itu” hanya untuk perasaan yang sangat kuat. Makanan yang membuat Anda merasa sakit. Bukan hanya “jijik” tetapi benar-benar sakit. Katakan “Saya benci makanan itu. Itu membuat perut saya sakit.”
Gunakan “Saya benci itu” untuk hal-hal yang terasa salah. Diperlakukan dengan buruk. Seseorang bersikap jahat. Situasi yang menakutkan. “Saya benci ketika orang berteriak pada saya.”
Gunakan “Saya benci itu” dengan sangat hati-hati. Jangan pernah tentang orang. Jangan pernah tentang hadiah teman. Jangan pernah tentang penampilan seseorang. Simpan “benci” untuk hal-hal, bukan orang.
Orang tua dapat mencontohkan rasa tidak suka yang lembut. Katakan “Saya tidak suka ini” alih-alih “Saya benci itu.” Anak-anak belajar kata-kata yang tenang dari mengamati Anda.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.
Saya tidak suka itu:
Saya tidak suka rasa obat ini.
Saya tidak suka ketika kamu menggelitik saya.
Saya tidak suka teka-teki ini. Terlalu sulit.
Saya tidak suka tidur di ruangan yang gelap.
Saya tidak suka suara keras.
Saya benci itu:
Saya benci ketika bangunan saya runtuh.
Saya benci menginjak genangan air basah dengan kaus kaki.
Saya benci label yang gatal ini. Itu menyakitkan leher saya.
Saya benci menunggu lama.
Saya benci ketika acara saya dimatikan.
Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “Saya tidak suka itu” terdengar tenang dan adil. Perhatikan bagaimana “Saya benci itu” terdengar jauh lebih kuat. Berlatihlah menggunakan “Saya tidak suka itu” lebih sering.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak seringkali salah menggunakan “benci.” Berikut adalah kesalahan umum.
Kesalahan 1: Mengatakan “Saya benci kamu” kepada teman atau anggota keluarga. Ini sangat menyakitkan. Kata-kata dapat merusak hubungan. Benar: Katakan “Saya merasa marah sekarang” atau “Saya tidak suka apa yang kamu lakukan.” Jangan pernah mengatakan “Saya benci kamu” kepada seseorang.
Kesalahan 2: Menggunakan “benci” untuk hal-hal yang tidak disukai sehari-hari. Contoh: “Saya benci buncis” padahal Anda hanya lebih suka wortel. Ini terdengar dramatis. Orang-orang berhenti menganggap Anda serius. Benar: Katakan “Saya tidak terlalu suka buncis.”
Kesalahan 3: Mengatakan “benci” tentang hadiah atau karya seseorang. Seorang teman menggambar gambar untuk Anda. Anda berkata “Saya benci itu.” Teman itu menangis. Benar: Katakan “Terima kasih sudah memikirkan saya.” Temukan satu hal yang baik untuk dikatakan.
Kesalahan 4: Menggunakan suara merengek untuk “Saya tidak suka itu.” Suara merengek membuat orang kesal. Mereka berhenti mendengarkan. Benar: Gunakan suara yang tenang dan jelas. Jelaskan mengapa Anda tidak menyukainya.
Kesalahan 5: Lupa menawarkan alternatif. Hanya dengan mengatakan “Saya tidak suka itu” membuat orang terjebak. Mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan. Benar: Tambahkan solusi. “Saya tidak suka permainan ini. Bisakah kita bermain petak umpet saja?”
Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.
Tip memori 1: Pikirkan tentang batu kecil dan batu besar. “Saya tidak suka itu” adalah batu kecil. Anda dapat memindahkannya ke samping. “Saya benci itu” adalah batu besar. Itu menghalangi jalan Anda sepenuhnya.
Tip memori 2: Gunakan wajah Anda. Kerutan kecil = “Saya tidak suka itu.” Kerutan besar dengan tangan bersilang = “Saya benci itu.”
Tip memori 3: Pikirkan tentang waktu. Rasa tidak suka yang berlangsung singkat = “Saya tidak suka itu.” Rasa tidak suka yang berlangsung lama = “Saya benci itu.”
Tip memori 4: Gambarlah tombol volume. Level volume 3 = “Saya tidak suka itu.” Level volume 10 = “Saya benci itu.”
Tip memori 5: Hubungkan dengan kata “benci” yang berarti nol cinta. Cinta adalah kebalikan dari benci. Jika Anda tidak akan mengatakan “Saya menyukainya,” jangan katakan “Saya membencinya.” Gunakan “Saya tidak suka itu” sebagai gantinya.
Latihlah tips ini selama percakapan yang tenang. Bicaralah tentang hal-hal yang tidak disukai menggunakan kata-kata yang lembut.
Waktu Latihan Cepat Cobalah latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.
Latihan 1: Pilih frasa terbaik.
Teman Anda mengambil mainan Anda tanpa meminta izin. Anda merasa kesal tetapi tidak marah. Apakah Anda mengatakan: a) Saya tidak suka itu b) Saya benci itu
Seseorang menyajikan makanan yang membuat Anda merasa ingin muntah. Apakah Anda mengatakan: a) Saya tidak suka itu b) Saya benci itu
Sebuah permainan sedikit membosankan. Anda lebih suka menggambar. Apakah Anda mengatakan: a) Saya tidak suka itu b) Saya benci itu
Jawaban: 1(a), 2(b), 3(a)
Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.
“__________ ketika kaus kaki saya basah. Itu hanya gangguan kecil.” (ringan)
“__________ ketika orang bersikap jahat kepada teman saya. Itu membuat saya sangat marah.” (kuat)
Jawaban: 1. Saya tidak suka itu, 2. Saya benci itu
Bonus: Mainkan permainan “Ganti Benci”. Setiap kali seseorang mengatakan “Saya benci,” cobalah untuk mengubahnya menjadi “Saya tidak suka.” Lihat bagaimana kalimat itu terasa berbeda. Bicaralah tentang versi mana yang terdengar lebih baik.
Penutup Katakan “Saya tidak suka itu” untuk hal-hal yang tidak disukai sehari-hari yang ringan. Simpan “Saya benci itu” untuk perasaan yang sangat kuat tentang hal-hal, bukan orang. Kata-kata yang lembut melindungi perasaan. Mereka juga membantu orang mendengarkan Anda dengan lebih baik. Rasa tidak suka itu tidak apa-apa. Kebaikan lebih penting.
















