Perasaan punya nama. Beberapa perasaan terasa berat. Beberapa perasaan terasa hampa.
Hari ini kita akan membahas tentang salah satu jenis perasaan. Perasaan ketika sesuatu tidak menarik.
Kita menggunakan empat kata untuk perasaan ini. “Bosan,” “membosankan,” “merasa bosan,” dan “kebosanan.”
Masing-masing kata menunjukkan sisi yang berbeda. Masing-masing kata memiliki tugas yang berbeda.
Mari kita jelajahi keluarga ini bersama-sama. Orang tua dan anak-anak akan lebih mengerti.
Apa Maksudnya “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Satu ide dapat memakai banyak topeng. Ide di sini adalah kurangnya minat.
“Bosan” bisa menjadi kata kerja. Artinya membuat seseorang lelah. “Kamu membuatku bosan dengan cerita-cerita panjangmu.”
“Bosan” juga bisa menjadi kata benda. Seseorang yang tidak menyenangkan. “Paman saya adalah orang yang membosankan.”
“Membosankan” menggambarkan sesuatu. “Film ini membosankan.”
“Merasa bosan” menggambarkan orang. “Saya merasa bosan di rumah.”
“Kebosanan” menyebutkan keadaannya. “Kebosanan memenuhi sore yang panjang.”
Akar yang sama. Akhiran yang berbeda. Tugas yang berbeda. Hati tetap sama.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Kata ganti berubah untuk tata bahasa. “Saya” menjadi “saya.” “Dia” menjadi “dia.”
Kata-kata kita berubah untuk makna. Tetapi mereka juga berubah untuk siapa yang merasakan perasaan itu.
“Membosankan” mengarah pada hal di luar. “Pelajaran itu membosankan.”
“Merasa bosan” mengarah pada orang di dalam. “Saya merasa bosan.”
Anda tidak dapat mengatakan “Saya membosankan” jika yang Anda maksud adalah Anda merasa bosan. Itu berarti Anda membuat orang lain lelah.
Perubahan kecil. Perbedaan besar dalam makna.
Ajarkan anak-anak perbedaan ini. Ini membantu mereka mengungkapkan perasaan dengan jelas.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
“Bosan” berfungsi sebagai kata kerja. “Pidato yang panjang membuatku bosan.” Aksi.
“Bosan” juga berfungsi sebagai kata benda. “Dia orang yang membosankan.” Orang atau benda.
“Membosankan” adalah kata sifat. Itu menggambarkan benda atau peristiwa. “Hari yang membosankan.”
“Merasa bosan” juga merupakan kata sifat. Itu menggambarkan orang. “Anak yang merasa bosan menghela napas.”
“Kebosanan” adalah kata benda. Itu menyebutkan perasaan. “Kebosanan membuat waktu berjalan lambat.”
Kita tidak memiliki kata keterangan umum di sini. “Dengan membosankan” ada tetapi jarang. Lewati saja untuk saat ini.
Empat anggota yang berguna. Masing-masing membantu kita berbicara tentang perasaan yang umum.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas
Akar kata “bosan” berasal dari bahasa Inggris Kuno “borian.” Itu berarti menusuk atau mengebor.
Makna lama itu menarik. Orang yang membosankan menusuk kesabaran Anda. Film yang membosankan mengebor energi Anda.
Perasaan bosan terasa seperti lubang. Kosong. Hampa. Waktu berlalu perlahan.
Dari akar itu, kita mengembangkan penggunaan baru. Setiap kata menyimpan sedikit ketajaman.
Hal-hal yang “membosankan” menguras perhatian Anda. Orang yang “merasa bosan” merasa terkuras. “Kebosanan” adalah ruang kosong yang tertinggal.
Bantu anak Anda melihat gambar ini. Bor membuat lubang. Hari yang membosankan membuat lubang dalam kegembiraan Anda.
Makna yang Sama, Tugas yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
Lihatlah “bosan” dalam sebuah kalimat. Tanyakan: Apakah itu sebuah tindakan atau orang?
“Kamu membuatku bosan.” Aksi. Kata kerja.
“Kamu orang yang membosankan.” Orang. Kata benda.
Bunyi yang sama. Ejaan yang sama. Dua tugas yang berbeda.
Sekarang lihat “kebosanan.” Selalu kata benda. Tidak ada kebingungan. “Kebosanan menyelimuti ruangan.”
“Membosankan” selalu merupakan kata sifat. “Teka-teki ini membosankan.”
“Merasa bosan” selalu merupakan kata sifat untuk orang. “Anak kucing itu tampak bosan.”
Ajarkan anak-anak untuk bertanya: Siapa yang melakukan tindakan tersebut? Siapa yang merasakan perasaan itu? Apa nama perasaannya?
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Kita dapat menambahkan “-ly” ke “membosankan.” Itu menjadi “dengan membosankan.” Ini adalah kata keterangan.
“Dia berbicara dengan membosankan selama dua jam.” Berarti bicaranya tidak memiliki kehidupan.
Kita dapat menambahkan “-ly” ke “merasa bosan.” Itu menjadi “dengan bosan.” Jauh lebih jarang. “Dia menatap dengan bosan ke luar jendela.”
Kebanyakan orang mengatakan “dengan cara yang bosan” sebagai gantinya. Itu terdengar lebih alami.
Untuk anak-anak, lewati kata keterangan. Fokus pada kata sifat terlebih dahulu.
“Membosankan” untuk hal-hal. “Merasa bosan” untuk orang. Aturan itu saja sangat membantu.
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya)
Ejaan di sini sederhana. Tidak ada huruf ganda. Tidak ada perubahan y menjadi i.
“Bosan” menambahkan “-ing” untuk membuat “membosankan.” Hilangkan “e” terakhir. Bosan menjadi bos + ing.
Itu adalah satu perubahan. Hilangkan “e” yang tidak bersuara. Aturan yang sangat umum.
“Bosan” menambahkan “-ed” untuk membuat “merasa bosan.” Juga hilangkan “e.” Bosan menjadi bos + ed.
“Bosan” menambahkan “-dom” untuk membuat “kebosanan.” Di sini kita mempertahankan “e” dari “merasa bosan.” Lalu tambahkan “-dom.”
Jadi jalurnya adalah bosan → merasa bosan → kebosanan. Setiap langkah jelas.
Latih ini dengan anak Anda. Tulis bosan. Coret “e.” Tambahkan “ing.” Anda mendapatkan membosankan.
Tidak ada trik. Hanya satu aturan kecil.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba kalimat-kalimat ini bersama-sama. Isilah bagian yang kosong dengan bosan, membosankan, merasa bosan, atau kebosanan.
Tugas matematika ini sangat _____. (menggambarkan tugas)
Perjalanan mobil yang panjang _____ adik perempuan saya. (kata kerja aksi)
Anak-anak merasakan _____ yang mendalam di hari hujan. (nama perasaan)
Saya merasa _____ ketika saya menunggu bus. (menggambarkan seseorang)
Ayah saya menceritakan lelucon yang sama. Dia adalah seorang _____. (kata benda untuk seseorang)
Film itu _____, jadi kami pergi lebih awal. (menggambarkan film)
Dia mencoba menyembunyikan _____nya selama pidato yang panjang. (nama perasaan)
Apakah itu _____ Anda ketika saya mengajukan banyak pertanyaan? (kata kerja aksi)
Jawaban: 1 membosankan, 2 membuat bosan, 3 kebosanan, 4 merasa bosan, 5 orang yang membosankan, 6 membosankan, 7 kebosanan, 8 membuat bosan.
Bagaimana anak Anda melakukannya pada “merasa bosan” versus “membosankan”? Itu adalah pasangan yang paling sulit.
Ingatkan mereka: Hal-hal itu membosankan. Orang merasa bosan.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Bicaralah tentang perasaan secara terbuka. Tanyakan kepada anak Anda: Apa yang membuatmu merasa bosan?
Gunakan kata-kata dengan benar saat Anda menjawab. “Saya mengerti kebosanannya. Mari kita cari permainan baru.”
Gambar wajah. Wajah yang merasa bosan memiliki mata yang lelah. Benda yang membosankan memiliki mulut garis lurus.
Mainkan peran. Anda berpura-pura menjadi orang yang membosankan. Bicaralah dengan sangat lambat tentang rumput yang tumbuh. Biarkan anak Anda berkata “Kamu membuatku bosan!”
Lalu beralih. Anak Anda berpura-pura merasa bosan. Anda menebak perasaannya.
Gunakan toples perasaan. Tulis “kebosanan” di satu kertas. Tulis “kegembiraan” di kertas lain. Urutkan aktivitas ke dalam toples.
Bacalah cerita di mana tokoh merasa bosan. Banyak buku bergambar menunjukkan perasaan ini dengan baik.
Jangan mempermalukan kebosanan. Itu adalah perasaan yang normal. Menamainya membantu mengendalikannya.
Ketika anak Anda berkata “Saya membosankan,” koreksi dengan lembut. “Maksudmu kamu merasa bosan. Aktivitasnya membosankan. Kamu luar biasa.”
Puji usaha. “Kamu menggunakan kata kebosanan! Itu adalah kata besar untuk perasaan yang besar.”
Ingatlah bahwa mempelajari perasaan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Orang dewasa masih mencampuradukkan “merasa bosan” dan “membosankan” terkadang.
Besok Anda akan mendengar anak Anda berkata “Ini membosankan.” Anda akan berkata “Apakah kamu merasa bosan?” Mereka akan mengangguk. Itu adalah kemajuan.
Lalu suatu hari mereka akan berkata “Saya tahu kebosanan. Mari lakukan sesuatu yang lain.” Itu adalah kebijaksanaan emosional.
Teruslah berbicara. Teruslah menyebutkan perasaan. Teruslah bermain permainan kata. Anak Anda akan tumbuh dalam bahasa dan dalam hati.
















